Warga Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, menunjukan kondisi selokan yang menjadi indikasi penyabab penyakit demam berdarah, Rabu (15/1/2020). Foto Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cilegon, Arriadna mengelak kabar seorang balita di Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon meninggal karena terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Dia juga membantah belasan warga di lingkungan itu dikabarkan terkena DBD. Karena informasi yang diterima pihaknya, kasus warga bukan seperti gejala penderita DBD.

“Untuk warga Cilodan itu mereka bukan terkena demam berdarah. Gejalanya memang kayak demam berdarah, tapi saya pastikan mereka (korban) tidak terkena demam berdarah,” kata Arriadna, dikonfirmasi, Kamis (16/1/2020).

Baca : Seorang Balita di Gunung Sugih Dikabarkan Meninggal Dunia Terjangkit DBD

Meski para korban tidak dianggap terjakit DBD, sambung Arriadna, ia tak menampik di lingkungan Cilodan terdapat banyak sarang jentik nyamuk. Namun untuk mengantisipasi itu, pihaknya akan menginstruksikan jajarannya pada Esok Jumat (17/1/2020) untuk melakukan penyuluhan dan kegiatan bersih-bersih di lingkungan tersebut.

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh staf kami, memang di sana (Cilodan) banyak ditemukan jentik nyamuk. Atas kondisi ini, saya mengintruksikan agar besok pagi, saya meminta teman-teman Dinkes Cilegon untuk melakukan penyuluhan sekalian kerja bakti untuk memberantas sarang nyamuk,” sambung Nana sapaan akrabnya.

Sejauh ini pada awal Januari 2020 menyangkut antisipasi DBD, Dinkes telah mengedarkan surat imbauan Walikota Cilegon tentang mendorong masyarakat Cilegon untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Camat dan lurah diminta membantu mencegah DBD bersama.

“Jadi surat himbauan langsung dari walikota yang langsung diserahkan ke masing-masing camat dan lurah. Surat himbauan ini, meminta agar lurah dan camat dapat bersama-sama mencegah terjangkitnya penyakit DBD. Memang diawal tahun sudah buat surat imbauan walikota kepada camat lurah untuk mendorong masyarakat untuk melakukan pencegahan pemberantasan sarang nyamuk,” ujarnya.

Disinggung terkait fogging, Arriadna meminta agar masyarakat tidak menggunakan fogging untuk membasmi dan memberantas nyamuk. Namun, ia menyarakan masyarakat dapat hidup bersih dan melakukan PSN setiap seminggu sekali agar dapat memutusrantaikan keberadaan nyamuk demam berdarah.

“Saya gak mau meracuni warga hanya untuk fogging. Enggak penting untuk fogging. Kalau gak mau ada nyamuk, yah harus bersih-bersih. Minimal seminggu sekali harus PSN agar nyamuk enggak ada,” tandas Arriadna. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here