CILEGON, SSC – Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Cilegon, Ismatullah akhirnya memenuhi panggilan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Cilegon. Ia dipanggil terkait dugaan ketidaknetralannya sebagai ASN dalam salah satu kegiatan reuni yang turut mengkampanyekan salah satu bakal calon walikota Cilegon. Selain Ismatullah, ASN lain yakni Kasi Trantib Kecamatan Grogol, Burhanudin juga dipanggil Bawaslu.
Pantauan Selatsunda.com, Ismatullah datang di Bawaslu dengan didampingi salah satu staf pada pukul 11.00 WIB dengan menggenakan batik berwarna pink dan memakai peci. Ismatullah diminta klarifikasi selama 1,5 jam.
Ismatullah usai diminta klarifikasi mengatakan, jika kehadirannya ke Yayasan Al-Islah ini hanya sebagai tamu undangan dan alumni pada kegiatan reuni akbar.
“Kehadiran saya ini hanya sebagai alumni di yayasan Al Islah. Dan saya pun enggak nyangka kalau ada yel-yel yang ada di video tersebut” kata Ismatullah kepada Selasunda.com, Jumat (6/3/2020).
Ia tidak mengira dalam kegiatan tersebut ada pihak yang menyerukan yel-yel secara spontanitas memberi dukungan salah satu paslon. Jika pun mengetahui ada rencana tersebut, ia mengaku tidak akan menghadiri kegiatan tersebut.
“Kalaupun saya tahu ada rencana kayak di video itu, saya pun enggak akan mau datang ke sana. Kalaupun yang foto itu pun, karena alumni kan mau memberikan penghargaan kepada kepala sekolah SMP, SMA dan SMK. Tapi secara spontanitas terjadi yel-yel begituan,” terangnya.
Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Grogol, Burhanudin menjelaskan jika kedatanganya ke Yayasan Al Islah hanya sebagai undangan. Adapun soal netralitas dirinya, ia menjelaskan, jika tidak ada bentuk dukungan apapun yang dilakukan oleh dirinya ke bakal calon tersebut.
“Itu kan kegiatan alumni. Dan tidak ada yel-yel seperti di video tersebut. Bahkan, nanti juga akan ada kegiatan lebih besar lagi yang akan dilakukan para seluruh alumni Al -Islah sebab kemarin banyak yang tidak hadir dalam reuni tersebut,” pungkasnya. (Ully/Red)

