CILEGON, SSC – Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I mengamankan Kapal MV Fon Tai berbendera Hongkong di Perairan Indonesia. Kapal selama di perairan Indoensia dalam perjalanan dari Dubai menuju Pelabuhan Banten diduga melanggar aturan pelayaran dengan tidak menyalakan Automatic Identification System (AIS). Selain itu kapal juga dicurigai kuat menggelapkan muatan puluhan ribuan ton besi.
Penangkapan kapal awalnya berdasarkan adanya kecurigaan terhadap pengiriman muatan Prime Steel Billets sebanyak 52.372 ton dari Dubai ke Pelabuhan Banten. Kapal dalam jadwalnya tidak kunjung bersandar selama sebulan.
Mendapati informasi tersebut, Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koramada I, Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan langsung memerintahkan KRI SWR dan KRI HLS serta Pesawat Udara untuk melakukan pencarian kapal milik Fon Tai Shipping itu.
Pada Rabu, (04/3/2020), patroli maritim Pesud berhasil menemukan lokasi kapal di Timur Pulaj Bintam. Diketahui Guskamla langsung memerintahkan KRI HLS dn KRI SWR untuk mengidentifikasi kapal setelah mematikan AIS. Pada Kamis, (05/3/2020), Kapal jenis Bulk Carier ditangkap. Kapal kemudian langsung digeledah dan diperiksa serta diserahkan ke Lanal Banten untuk diproses lebih lanjut.
“Awalnya dari Dubai, tujuan destination port-nya yaitu ke Banten, seharusnya pada bulan Januari itu sudah tiba. Namun tersebut kapal tidak datang sehingga hari ini menjadi pencarian dari berbagai isntansi yang ada di Indonesia,” ujar Danguskamla Koramada I kepada media diatas KapaL KRI Kalasan usai mengecek Kapal Fon Tai di Perairan Banten, Selasa (10/3/2020).
Danguskamla mengatakan, kapal Hongkong itu diduga melanggar aturan pelayaran yakni dengan tidak menyalakan AIS. Kapal juga melego jangkar di Perairan Indonesia tanpa izin.
“(kesalahan) terkait dengan masalah pelayaran ada tiga. Pertama penggunaan ruang laut tanpa izin karena pada saat kita laksanakan pemeriksaan kapal tersebut sedang melaksanakan lego jangkar di wilayah teritorial kita, kemudian selama bulan Januari sampai dengan saat pemeriksaan kapal tersebut juga mematikan automatic identification system (AIS)-nya,” tuturnya.
Ia menyatakan, atas penangkapan itu sedikitnya ada 22 kru kapal yang diamankan. 15 orang diantaranya dari Hongkong dan 7 orang dari Myanmar. Ia mengungkapkan, kasus masih akan diselidiki untuk mengungkap motif lain yang juga diduga kuat kapal hendak menggelapkan muatan. Proses pemeriksaan, kata Danguskamla, akan ditindaklanjuti oleh Lanal Banten.
“Berikutnya akan kita kembangkan lagi terkait masalah penggelapan, karena nakhoda bersama seluruh ABK secara bersama-sama mengelabui tidak langsung kepada deatination port-nya, inilah yang harus kita kembangkan selanjutnya,” paparnya. (Ronald/Red)

