CILEGON, SSC – Beredar kabar salah seorang warga di Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon kabur dari kontrakannya setelah hasil rapid test dinyatakan reaktif Covid-19. Kabar tersebut ramai diperbincangkan warganet di media sosial dan mulai membuat warga resah.
Kapolsek Pulomerak, AKP Rifki Seftrian dikonfirmasi menyatakan, kabar tentang kaburnya warga Lebak Gede berinisial YT yang dinyatakan reaktif Covid-19 adalah tidak benar alias hoaks. Warga tersebut masih berada di kontrakan, tempatnya tinggal.
“Itu informasi kabur, hoaks. Tetapi hasil rapid test memang positif. Awalnya memang ramai di medsos. Kemudian muncul kabar itu (kabur). Tadi pagi kita langsung cek, yang bersangkutan ada di rumah (kontrakan),” ujarnya, Selasa (12/5/2020).
Kapolsek menegaskan warga tersebut tidak kabur dan masih diisolasi mandiri di rumah kontrakannya. Dia tidak diperbolehkan keluar rumah. Saat ini, yang bersangkutan diisolasi di kontrakannya dengan dipantau Babinkamtibmas sambil menunggu hasil swab test keluar.
“Lagi menunggu hasil swabnya. Karena setelah rapid test kan harus nunggu. Selama menunggu, dia di isolasi dahulu tidak boleh kemana-mana dipantau Babinkantibmas. Kalau hasil swab keluar, baru diambil tindakan puskesmas atau rumah sakit,” ungkap Kapolsek.
Dari informasi yang diterima, kata Rifki, yang bersangkutan reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM). Dia di rapid test sebagaimana mengikuti prosedur perusahaan, di tempatnya akan bekerja.
“Dia warga puloampel, ngontrak disitu. Karena mau kerja di daerah Suralaya, sebelum kerja harus ada tes kesehatan. Hasil rapid tesnya reaktif dan diisolasi dirumah,” terangnya.
Informasi yang diterima Selatsunda.com, warga tersebut diduga terpapar setelah melakukan kontak langsung dengan salah satu warga Puloampel yang positif Covid-19. Yang bersangkutan sempat mengantar warga positif Corona tersebut ke rumah sakit. (Ronald/Red)

