CILEGON, SSC – Warga berinisial YT yang mengontrak rumah di wilayah Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon dinyatakan reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test.
Dinas Kesehatan Kota Cilegon pun langsung melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang kontak erat dengan YT.
Setelah ditelusuri, warga yang akan bekerja di perusahaan di Suralaya ini diketahui berasal dari Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang.
Informasinya, YT diduga terpapar Covid-19 setelah kontak langsung dengan BS, perawat RSUD Cilegon asal Puloampel yang sebelumnya terkonfirmasi positif virus Corona.
“Hasil info yang saya terima seperti itu. Dia (YT) punya kontak erat dengan yang positif di Puloampel, perawat (BS) di RSUD Cilegon,” ujar Kadinkes Cilegon, Arriadna dikonfirmasi, Kemarin.
Baca : Beredar Kabar Warga Lebak Gede Reaktif Covid-19 Kabur Dari Kontrakan, Kapolsek Pulomerak: Itu Hoaks!
Dinkes masih menelusuri dugaan YS terpapar Covid-19 dari BS. Kemungkinan YS diduga terpapar saat kontak terakhir dengan BS.
“Kita masih belum tahu, kapan dia terakhir bertemu. Tapi katanya, pernah kontak dengan yang positif di Puloampel. Mungkin dia temannya atau keluarganya,” tuturnya.
Demi memutus mata rantai Covid-19 di wilayah Lebak Gede, Dinkes mengambil langkah untuk memulangkan YT ke Puloampel. Yang bersangkutan sambil menunggu hasil swab test diisolasi mandiri oleh Pemkab Serang.
“Yang bersangkutan kan orang Puloampel, baru 2 hari kontrak di Lebak Gede. Jadi saya perintahkan untuk dikembalikan ke Puloampel, kerumahnya. Biar pemkab Serang yang mengurus. Sementara Puskesmas Pulomerak saya sudah minta untuk men-tracing di sekitar rumah kontrakan,” pungkasnya. (Ronald/Red)

