SERANG, SSC – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang meminta agar Dinas Kesehatan dapat terus meningkatkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat. Mengingat beberapa perkembangan terakhir, kasus positif Covid-19 di Serang naik signifikan.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Serang, Nur Agis Aulia, usai rapat koordinasi Komisi II dengan Dinkes Serang di Kantor Dinkes Kota Serang, Jumat (18/9/2020).
Lebih lanjut, ia menjelaskan, pencegahan penyebaran Covid-19 harus cepat dilakukan salah satunya dengan terus melakukan scanning swab. Apalagi kata dia, perkembangan saat ini kasus warga yang positif banyak ditemukan kasus tak bergejala.
“Itu dilakukan guna mencegah persebaran Covid-19 pada masyarakat oleh orang tanpa gejala,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta agar Dinkes tidak bosan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya mencuci tangan, menggunakan masker, dan menerapkan protokol kesehatan (3M).
Dalam rapat koordinasi itu, Komisi II menyinggung rencana penanganan yang akan dilakukan apabila ada lonjakan kasus Covid-19 di Kota Serang. Bilamana rumah skait di yang di Kota Serang tidak bisa menampung pasien Covid-19, diharapkan bisa dengan alternatif lain.
“Walikota Serang sudah menyiapkan 5 Rumah Sakit untuk pasien Covid-19 jika Rumah Sakit dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP) dan RSUD Banten sudah tidak bisa menampung pasien Covid-19. Jika memungkinkan atau dirasa membeludak, ya akan cari alternatif lain, mungkin Rumah Susun Sederhana (Rusunawa) tetapi akan kita kaji lagi,” paparnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), M Ikbal mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 di Kota Serang dalam perkembangan terakhir terbanyak dari klaster perkantoran. Diantaranya, pasien positif Covid-19 dari karyawan 42 persen, ASN 19 persen dan TNI dan Polri 2 persen.
Sejauh ini, kata Ikbal sapaan akrabnya akan merencanakan tes swab bagi pekerja perkantoran yang ada di Kota Serang. Mengingat klaster perkantoran paling banyak ditemukan.
“Rencananya (tes swab) begitu, kita akan menyasar perkantoran di Kota Serang terkhusus perkantoran yang melayani masyarakat, seperti kelurahan dan kantor pelayanan publik lainnya,” imbuhnya.
Meski demikian, seluruh rencana tersebut akan dikoordinasikan kepada Walikota, Syafudin untuk mendapat persetujuan. Bilamana disetujui, tes bisa digelar secepatnya.
“Prioritas klaster perkantoran, dengan persetujuan Walikota Serang tentunya. Jika Minggu depan siap, maka akan kita lakukan, sedangan jika dari pihak Labkesda Provinsi Banten belum siap maka akan kita cari waktu lain,” pungkasnya.
Diketahui dari data yang dilansir Diskominfo Kota Serang pada tanggal (17/9/2020), total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Serang sebanyak 135 orang. Diantaramya yang dirawat 49 orang, meninggal dunia 5 orang dan sembuh 81 orang. (SSC-03/Red)

