20.1 C
New York
Senin, Juni 1, 2026
BerandaPemerintahanPemkot Cilegon Minta RSKM Bantu Sediakan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Klaster Industri

Pemkot Cilegon Minta RSKM Bantu Sediakan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Klaster Industri

-

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Edi Ariadi menginginkan tempat isolasi pasien bergejala Covid-19 di Trans Hotel Cilegon dapat diperuntukan kepada masyarakat biasa bukan untuk karyawan yang terpapar dari klaster industri.

Ia menyatakan, jika pasien yang dirawat diharapkan tidak digabung dengan pasien Covid-19 klaster industri. Karena menurutnya, industri tergolong mampu untuk membiayai pekerjanya jika terpapar Virus Corona.

Maka dari itu sebagai satu solusi, kata Edi, pihaknya meminta Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon dapat membantu segera pemerintah untuk menfasilitasinya.

“Saya mau minta ke RSKM agar menyiapkan tempat khusus untuk karyawan industri yang terkonfirmasi OTG Corona. Jadi, pekerja industri yang dinyatakan OTG Covid-19 (Virus Corona) tidak bercampur dengan pasien yang ada di sini (Trans Hotel,red). Trans Hotel cukup untuk masyarakat biasa aja. Sementara untuk pekerja yang dinyatakan OTG bisa dirawat di lokasi yang sudah disediakan oleh RSKM. Jadi jangan bercampur dengan industri ,” kata Walikota kepada Selatsunda.com, Rabu (4/11/2020).

Menanggapi hal ini, Humas RSKM Cilegon Agus Wirawan tak menampik pihak manajemen telah melakukan pembicaraan dengan Walikota Edi terkait penyedian ruang isolasi bagi industri.

“Memang kita (managemen rumah sakit) sudah pernah diundang sebulan yang lalu dengan pak wali (Edi Ariadi) untuk membahas ini. Dan kami sudah sampaikan ke Pak Walikota, jika kami sudah menyiapkan lokasi yang diminta oleh Pak Walikota. Lokasinya di depan rumah sakit,” ujar Agus.

Ia menjabarkan, pihaknya telah menyediakan 40 kamar untuk menampung pasien dsri klaster industri. Di mana biaya perawatan nantinya ditanggung masing-masing industri.

“Sudah ada 40 kamar yang sudah kami sediakan. Untuk biaya perawatan ditanggung oleh masing-masing industri tidak ditanggung oleh industri maupun perusahan. Kalau dianggarkan untuk 10 hari isolasi sekitar Rp 10 juta,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2