CILEGON, SSC – Hujan deras yang terjadi di Kota Cilegon mengakibatkan banjir dihampir seluruh wilayah Kota Cilegon. Sedikitnya peristiwa tersebut mengakibatkan ribuan jiwa terdampak banjir.
Informasi data yang dihimpun Selatsunda.com dari BPBD Kota Cilegon, dari 8 kecamatan di Kota Cilegon terdapat 24 titik banjir yang tersebar. Dari seluruh kecamatan, wilayah yang terparah berada di Kecamatan Ciwandan dan Grogol.
Banjir mengakibatkan sebanyak 1.700 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Dari data sementara, jumlah warga terdampak banjir di Kelurahan Sukmajaya sebanyak 400 KK, Jombang sebanyak 468 KK, Cibeber 153 KK. Sementara untuk yang terdampak di Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Citangkil, Kecamatan Cilegon dan Kecamatan Purwakarta dalam pendataan.
“Setelah dihitung-hitung dari hasil rapat tadi di BPBD tercatat ada 1.700 KK di Cilegon yang terdampak banjir. Paling parah memang di wilayah Ciwandan. Karena di Ciwandan masuk wilayah jalan nasional,” kata Walikota Cilegon, Edi Ariadi usai rapat gabungan dengan OPD terkait di Kantor BPBD Cilegon,” Kamis (3/12/2020).
Ia menyatakan, ketinggian banjir yang terjadi di masing-masing wilayah, bervariatif. Namun yang tertinggi hingga 120 centimeter.
“Rata-rata ketinggian air mencapai 20 hingga 120 centimerter,” bebernya.
Edi tak menampik jika dibandingkan tahun lalu, volume banjir pada tahun ini di Cilegon mengalami penurunan. Meski demikian, Pemkot Cilegon terus mengantipasi terjadinya banjir susulan di Cilegon.
“Tetap antisipasi terus kita lakukan agar banjir susulan tidak kembali di Cilegon. Untuk dapur umum, dari hasil rapat, kami siapkan dua dapur umum yang tersebar di Perumahan Metro Cilegon Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang dan di Lingkungan Kubangsari, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan (Pasar Wisata) Cigading. Untuk di Pasar Wisata nantinya bisa mensuplay kemana-mana,” pungkas Edi.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Cilegon Erwin Harahap, mengatakan, pemkot pasca kejadian langsung mengambil upaya antisipatif. Diantaranya mengungsikan warga, membuat dapur umum dan tenda darurat.
“Dapur umum akan berdiri di Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan dan Perumahan Metro Cendana, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta. Tak hanya hanya itu, pihak BPBD Provinsi Banten juga akan membantu mengirimkan mobil dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak banjir,” jelas Erwin.
Menurut Erwin, penyebab banjir di Kota Cilegon karena tingginya curah hujan hingga tersumbatnya drainase yang menyebabkan air sungai meluap.
BPBD mengaku belum mendapatkan data kerusakan rumah, bangunan dan infrastruktur lainnya akibat terendam banjir. Hingga kini, personil BPBD bersama TNI, Polri dan seluruh relawan masih melakukan pendataan. (Ully/Red)

