CILEGON, SSC – Cuaca buruk angin kencang disertai hujan menerjang Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Jumat (18/12/2020). Akibatnya, ribuan kendaraan baik truk dan pribadi menumpuk di dalam pelabuhan.
Informasi yang dihimpun Selataunda.com, penumpukan kendaraan di Pelabuhan Merak terjadi sejak pukul 02.00 WIB. Angin kencang yang disertai hujan mengakibatkan bongkar muat pelabuhan terlambat. Kondisi ini pun membuat kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni menumpuk.

Salah satu sopir truk, Suwanto mengaku telah mengatre selama 6 jam sejak masuk ke Pelabuhan pada pukul 10.00 WIB.
“Sudah 6 jam lebih nunggu disini. Baru masuk jam 10.00 dari Balaraja tadi,” ungkapnya.
Ia mengaku cukup kesal dengan kondisi yang terjadi. Karena harus mengantar muatan makanan ke Lampung tidak tepat waktu.
“Iya kesal saja. Lelah apalagi nunggu seperti ini,” bebernya.
Hal yang sama juga diungkapkan Gareng, sopir truk yang hendak ke Kota Padang. Ia yang berangkat dari Jakarta mengangkut muatan kelontongan sudah mengantre 3 jam di depan pintu tolgate dan belum bisa menaiki kapal.
“Kalau begini bukan tertunda lagi, biayanya membengkak,” tandasnya.
Sementara, Kepala BPTD Wilayah VIII Provinsi Banten, Endi Suprasetio membenarkan penumpukan kendaraan terjadi di Pelabuhan Merak. Antrean terjadi sejak dini hari. Ia menyatakan, kondisi tersebut terjadi karena cuaca buruk.
“Terjadi sejak semalam. Kapal semua susah sandar karena cuaca. Ini memang bongkar muat jadi terlambat tetapi untuk menjaga keselamatan,” ungkapnya.
Ia tidak mengelak kondisi tersebut membuat daya tempuh perjalanan kapal dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak atau sebaliknya menjadi 4 sampai 5 jam dari normalnya 1 sampai 2 jam.
“Intinya itu tadi mau labuh mau sandar, bertahan. Di dermaga susah sandar, jadinya kapal lain yang mau sandar jadi terganggu,” pungkasnya. (Ronald/Red)

