20.1 C
New York
Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaPemerintahanTim Ad Hoc Penanganan Banjir Ciwandan-Citangkil Terbentuk

Tim Ad Hoc Penanganan Banjir Ciwandan-Citangkil Terbentuk

-

CILEGON, SSC – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon bersama Pemkot Cilegon dan masyarakat yang berasal dari sejumlah daerah yang terdampak banjir akhirnya menyepakati terbentuknya Tim Ad Hoc Penanganan Banjir Ciwandan-Citangkil.

Keberadaan Tim Ad Hoc sebagai lankah cepat dalam menangani persoalan banjir di wilayah Ciwandan dam Citangkil.

Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Komisi II DPRD Cilegon bersama masyarakat Ciwandan dan Citangkil, kalangan industri dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang rapat DPRD Kota Cilegon, Selasa (22/12/2020).

Anggota Komisi II DPRD Cilegon, Ibrohim Aswadi mengatakan sangat bersyukur dengan telah terbentuknya Tim Ad Hoc Penanganan Banjir Ciwandan-Citangkil. Terbentuknya tim ini, tentunya akan bekerja sama dalam menanganani persoalan banjir yang sering terjadi selama ini di wilayah Ciwandan-Citangkil. Usai pembentukan Tim Ad Hoc penanganan banjir ini, ia memastikan pada Senin (28/12/2020) akan langsung bergerak menyelesaikan persoalan banjir tersebut.

“Alhamdullilah hari ini, Selasa (22/12/2020) Tim Tim Ad Hoc Penanganan Banjir Ciwandan-Citangkil terbentuk. Usai terbentuknya tim ini, tentu akan gerak langung. Jangka pendeknya, pada 28 Desember ini, Tim Ad Hoc yang diketuai oleh Kadis PUPR Cilegon Ridwan dan kepengurusan akan langsung melakukan pengerukan lumpur di aliran kali di wilayah Ciwandan-Citangkil, melakukan normalisai kali dan melakukan pelebaran kali di setiap lingkungan,” kata Ibrohim kepada awak media,” Selasa (22/12/2020).

Ibas sapaan akrabnya ini mengaku sangat khawatir apabila jangka pendek tersebut tidak dilakukan oleh Tim Ad Hoc Penanganan Banjir Ciwandan-Citangkil. Pasalnya, informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) diprediksi hujan akan terjadi hingga Maret tahun depan.

“Tentu inilah yang kami khawatirkan apabila curah hujan di Maret 2021 lebih tinggi. Khawatir banjir lebih besar dan masyarakat di wilayah Ciwandan-Citangkil akan terdampak kembali dari banjir ini,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan warga Ciwandan, Abdulah mendesak agar tim yang sudah terbentuk ini benar-benar bekerja untuk menyelesailkan persoalan banjir di wilayahnya.

“Jangan hanya terbentuk saja. Tapi ada bentuk nyata kerja. Masa kami setiap tahunnya merasakan terus banjir,” keluhnya. (Ully/red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2