20.1 C
New York
Selasa, Juni 16, 2026
BerandaPeristiwaPembubaran Kerumunan Massa di Kota Cilegon Dituding Tebang Pilih

Pembubaran Kerumunan Massa di Kota Cilegon Dituding Tebang Pilih

-

CILEGON, SSC- Kegiatan penindakan kerumunan massa yang dilakukan Sat Pol PP Kota Cilegon, dituding sejumlah pengelola kafe tebang pilih. Salah satunya diungkapkan oleh Manager Cafe Gue Cilegon, Rizki.

Ia menyatakan, tebang pilih terlihat dari penindakan Satpol PP yang dilakukan secara sepihak membubarkan pengunjung sebagian kafe di Kota Cilegon seperti kafe yang dikelolanya, Gram Cafe, Warciban dan Kedai Carita pada Jumat (1/1/2021) malam. Sementara di tempat lain tepat di waktu yang sama di tempat hiburan dan kafe yang memiliki nama besar tidak tersentuh oleh petugas.

“Ramai sedikit saja dibubarkan. Padahal kami susah payah cari orang yang mau datang ke sini sekarang. Setiap week end (Jumat, Sabtu dan Minggu) selalu dihimbau untuk tidak ada live music. Ada atau tidak, kalau ramai tetap dibubarkan,” keluh Rizki, Sabtu (2/1/2021).

Tebang pilih juga dialami pihaknya saat perlakuan petugas terhadap pengunjung. Menurutnya, petugas dalam imbauan dinilai tidaklah beretika saat pembubaran. Karena pengunjung saat dibubarkan terkesan dibentak-bentak. Aneh menurutnya karena perlakuan tersebut dilakukan ditempat yang dikelolanya sementara ditempat lain sangat berbeda.

“Tamu saya di bentak-bentak semua. Padahal saya sudah minta waktu sebentar untuk memberikan kesempatan tamu saya membayar ke kasir satu persatu,” ungkapnya.

Menurut Rizki, meski pihaknya telah menerapkan disiplin protokol kesehatan. Namun rombongan Sat Pol PP Kota Cilegon, masih rutin datang untuk mengimbau. Katanya, tujuannya mengambil dokumentasi. Namun kedatangan petugas saat itu justru membuat pengunjung resah dan tak nyaman makan di kafe.

“Sebelumnya kami sempat dipanggil untuk menghadiri sosialisasi. Sudah kami ikuti arahannya. Kami juga meminta agar yang datang jangan rombongan. Karena pengunjung risih. Tetap saja yang hadir sedikitnya satu mobil dalmas,” ujar Rizki.

Ia mengaku, kafenya sejak kebijakan PSBB diterapkan di Kota Cilegon merugi puluhan juta setiap bulannya. Meski demikian, ia enggan merehatkan usahanya. Alasannya ialah kehidupan para pegawainya.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Cilegon, Jihadi M Sukur coba dihubungi belum dapat dikonfirmasi. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen