20.1 C
New York
Selasa, Juni 16, 2026
BerandaPemerintahanTempe-Tahu di Kota Cilegon Mulai Langka

Tempe-Tahu di Kota Cilegon Mulai Langka

-

CILEGON, SSC – Pasokan tempe dan tahu di sejumlah pasar di Kota Cilegon mulai langka. Kondisi tersebut karena tingginya harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan dua makanan ini sehingga membuat pedagang mulai mogok berjualan.

Pantauan Selatsunda.com di Pasar Kranggot, Minggu (3/1/2021) hanya sedikit pedagang tahu-tempe yang berjualan. Itu pun karena menghabiskan stok dagangan.

Salah seorang pedagang di Pasar Kranggot, Norman kelangkaan tempe dan tahu ini sudah terjadi sejak Kamis (31/12/2020) lalu.

“Sudah mulai langka sejak Desember lalu Mba. Langkanya karena pasokannya kurang dari pabriknya dan berimbas stok tempe dan tahu enggak ada,” kata Norman kepada Selatsunda.com,” Minggu (3/1/2021).

Ia menambahkan, imbas dari kelangkaan produksi tempe dan tahu, ia menjual harga tempe dengan harga Rp 6.000 papan dan tahu dijual dengan harga Rp 6.000 per papan yang sebelumnya hanya menjual Rp 5.000 per papan

“Terpaksa mba harus jual dengan harga Rp 6.000. Mau bagaimana lagi. Kalaupun harhanya murah itupun terpaksa ukuranya perkecil,” tambahnya.

Senada dengan Norman, pedagang lainya di Pasar Blok F, Anis mengeluhkan, naiknya harga kedele membuat pedagang dan pembuat tahu tempe menjadi menjerit. Beberapa orang teman Anis tidak mampu menjual lagi tempe karena selain belinya dijatahi dari agen juga karena harganya mahal.

“Karena mahal jadi banyak yang nawar, ada yang minta Rp 4.000 untuk ukuran besar saya tidak bisa kasih, modalnya aja Rp 5.000,” kata Anis.

Anis pemerintah dapat menekan harga beli kedele agar para pembuat tempe dan tahu bisa berporduksi lagi.

“Kalau harga ini tidak cepat-cepat diturunkan, maka yang terkena dampaknya ada di kami (pedagang) dan pembeli. Kami harap, kondisi ini tidak berlangsung lama,” harapnya. (Ully/red).

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen