CILEGON, SSC – Walikota Cilegon Edi Ariadi akan mengakhiri masa jabatannya di tahun ini. Ia pun telah dua periode memimpin Kota Cilegon.
Ketika disinggung rencananya pasca tak lagi menjabat sebagai Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengaku tidak akan pensiun dari panggung politik. Sebab, ia akan menjajal keberuntungan dengan maju pada perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten mendatang.
“Kalau saya diminta partai maju, Insa Allah maju (Pilgub Banten,red). Partai telah mempercayai saya sebagai ketua DPW Partai Nasdem Banten. Pastinya ada amanat partai yang harus saya lakukan untuk rakyat,” kata Edi kepada Selatsunda.com belum lama ini.
Sebelum Pilgub di mulai, sambung Edi, beberapa hal yang akan dilakukan yakni, dengan melalukan penguatan struktur partai, penguatan di DPD (Dewan Pimpinan Daerah), DPC (Dewan Pimpinan Cabang), DPRD (Dewan Pimpinan Rakyat Daerah) serta penguatan sayap partai NasDem.
“Jangan hanya nyalon aja tapi gak ada yang dukung ke kita. Yang pasti, kuatin dulu aja dari insfrastruktur partai kalau sudah kuat baru,” ujar Edi.
Disinggung antara Gubernur dan Wakil Gubernur, Edi dengan tegas lebih memilih sebagai Wakil Gubernur Banten.
“Yah saya tahu diri juga lah. Saya kan belum punya apa-apa juga,” sambungnya.
Terkait munculnya beberapa tokoh partai politik yang berencana juga siap maju dalam Pilgub mendatang, Edi Ariadi menilai hal itu akan membuat pesta demokrasi lebih meriah.
“Kalau banyak calon (malah) bagus. Lebih demokratis,” pungkasnya.
Perlu diketahui, beberapa nama kepala daerah yang digadang-gadang atau masuk bursa calon pada Pilgub Banten yang dipersiapkan partai politik atau parpol, di antaranya adalah Wali Kota Serang Syafrudin, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, dan Bupati Tangerang Zaki Iskandar, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, dan Wali Kota Cilegon Edi Ariadi. (Ully/red).

