SERANG, SSC – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten telah melakukan investigasi awal terkait ledakan yang terjadi di Vessel Reactor Resin PT Dover Chemical. Dari hasil investigasi ada dua kemungkinan penyebab terjadinya ledakan pabrik di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon itu baik diduga karena faktor tidak berfungsinya peralatan secara normal dan human error.
Kepala Bidang Pengawasan pada Disnakertrans Banten, Ruly Riatno mengatakan, dua kemungkinan faktor penyebab ledakan diperoleh berdasarkan laporan penelusuran awal yang dilakukan oleh Tim Investigasi Pengawas Disnakertrans Banten. Dugaan itu dari hasil wawancara awal dengan dua operator dan manajer area serta data pendukung lainnya.
Baca : Ledakan di Area Produksi Resin Dover Chemical Disinyalir Karena Human Error
“Ada kemungkinan-kemungkinan pada posisi kita invesigasi awal faktor penyebabnya memang karena faktor peralatan dan faktor manusia,” ungkap Ruli dikonfirmasi, Minggu (3/1/2021).
Hasil investigasi tersebut, kata Ruli masih bersifat sementara. Disnakertrans belum menetapkan kesimpulan karena masih perlu mengumpulkan data-data otentik berkaitan dengan ledakan.
Ditanya mengenai dugaan ledakan karena suhu pada vessel reactor naik, kata dia, teknis umumnya memang seperti itu. Ada perubahan suhu yang siginifikan yang tidak terkendali sesuai ketentuannya dan standar alatnya sehingga menyebabkan terjadi ledakan dan tumpahan material.
Disinggung kembali mengenai dugaan tidak adanya alat pengaman dan perlindungan pada tangki/vessel reactor, pihaknya belum menyimpulkan terlalu dini. Begitu juga melanggar tidaknya perusahaan terhadap Permenaker RI Nomor 38 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Tenaga dan Produksi, masih di dalami pihaknya.
“Itu subtansi investigasi, artinya saya belum bisa ngomong itu. Paling tidak kita dalami dahulu, dari laporan sudah terkumpul. Tapi mereka (tim investigasi) masih minta data-data dari Dover,” tuturnya.
Secara umum di 4 vessel reactor resin di Dover Chemical, kata dia, dilengkapi alat pendeteksi suhu. Akan tetapi layak atau tidaknya alat yang ada masih ditelusuri.
“Secara umum sudah ada alat deteksi suhu. Tapi kalau kondisinya layak atau tidaknya, itu perlu di tracing dahulu. Baik dokumen, perawatannya dan sebagainya. Ini kan harus dilengkapi dahulu sebelum kita menyimpulkan apakah ada mal function peralatan atau mal dari operator,” bebernya.
Pasca ledakan, lanjutnya, Disnakertrans telah menghentikan sementara pengoperasian Tangki/Vessel Reactor Resin di area 4. Untuk mengetahui penyebab ledakan secara komprehensif, kata Ruli, Disnakertrans dalam waktu dekat akan memanggil manajemen Dover. Kata dia kembali, pihaknya pada Senin (4/1/2021), Besok akan berkoordinasi dengan Tim Investigasi untuk menindak lanjuti pemanggilan.
“Tim investigasi saat ekspos menyatakan ada dokumen belum lengkap. Kalau sudah lengkap baru kita panggil. Segeralah. Senin besok, saya akan melakukan konsolidasi dengan tim yang investigasi. Insya Allah, karena ada prioritas kita juga untuk awal tahun ini kita selesaikan,”pungkasnya. (Ronald/Red)

