20.1 C
New York
Selasa, Mei 5, 2026
BerandaPemerintahanDicecar Soal Ceceran Tanah, Kontraktor RS Hermina: Petugas Kebersihan Mungkin Lelah dan...

Dicecar Soal Ceceran Tanah, Kontraktor RS Hermina: Petugas Kebersihan Mungkin Lelah dan Tidur

-

CILEGON, SSC – Anggota DPRD Kota Cilegon dari lintas 4 komisi mencecar pertanyaan dan pernyataan kepada PT Medikaloka Hermina selaku manajemen RS Hermina dan kontraktor dalam rapat hearing (dengar pendapat) yang digelar di Ruang Serbaguna DPRD Cilegon, Rabu (3/3/2021). Salah satu yang dicecar mengenai masalah ceceran tanah di Jalan protokol dari aktivitas pengurukan proyek rumah sakit, yang belum lama ini dikeluhkan warga.

Rapat hearing yang digelar pada pukul 14.00 WIB dipimpin oleh Syihabudin Sibli dihadiri juga Kepala DPMPTSP, Wilastri, Kepala Dinas LH, Tb Didi Sukardi dan Kepala Disnaker, Suparman.

Aam Amarullah selaku Anggota Komisi mengawalinya dengan melontarkan pertanyaan mengenai andalalin perusahaan. Menurutnya masalah ceceran tanah tidak terselesaikan dibahas jika tidak dihadiri oleh Dishub.

Anggota Komisi II, Hasbi Sidik juga melontarkan pernyataan yang sama soal masalah ceceran tanah. Ia yang saat kejadian mengalami langsung ceceran tanah mengaku sangat kecewa. Karena kondisi tersebut berada ditengah kota.

Kejadian ceceran tanah di tengah kota, menurutnya sangat memalukan. Kejadian itu terkesan pembangunan RS Hermina tanpa perencanaan.

“Kalau seperti di kota, seperti kejadian kemarin itu, kan memalukan gitu. Ditengah kota ada pembangunan, tapi tidak ada persiapan,” ujar Hasbi.

Begitu juga anggota Komisi III, Ajat Sudrajat juga menyinggung masalah yang sama. Ia menyatakan, ada akibat aktivitas pengurukan yang tidak terukur menyebabkan tanah berceceran di jalan protokol. Kata dia dari informasi yang banyak didengarnya, hal itu terjadi karena kontraktor RS Hermina begitu terbuka melibatkan pengusaha dalam pembangunan RS. Ia khawatir, lebar dibuka keterlibatan pengusaha dalam pembangunan tersebut namun tidak memperhatikan profesionalitas, pekerjaan proyek akan asal-asalan.

Dia tidak mengharapkan konstruksi yang dibangun dengan investasi yang besar oleh Hermina di Kota Cilegon menjadi tidak kokoh. Seperti yang terjadi di Sulawesi Barat lalu, bahwa ada RS yang roboh karena dibangun tidak tahan gempa.

“Kita ingin masalah keselamatan konstruksi diperhatikan juga. Kita nggak pengen seperti di Sulawesi Barat, bangunan besarnya asal, kemudian gempa 5,6SR, ambruk pak. Kita tidak ingin seperti itu,” ujarnya.

Giliran anggota Komisi IV, Dimas Saputra mencecar kejadian ceceran tanah. Menurutnya, kejadian yang terjadi sehari usai Walikota dan Wakil Walikota Cilegon dilantik sangat disayangkan olehnya. Kejadian itu menurutnya sangat mencoreng Kota Cilegon. Politisi Berkarya ini menekankan dan meminta agar DLH benar-benar memperhatikannya.

“Saya prihatin, kemarin baru saja dilantik walikota baru, tapi ditunjukan dengan keadaan Jalan protokol, seperti yang kita lihat itu. Sangat-sangat tidak baik, mohon pak kadis dan jajarannya memperhatikan itu,” bebernya.

PT Gelora Intan Reksa yang merupakan kontraktor RS Hermina diwakilkan oleh Riko Rahardian menanggapi sejumlah pertanyaan anggota komisi.

Mengenai ceceran tanah, ia menjelaskan hal itu terjadi saat dilakukan aktivitas pengecoran dengan melibatkan 30 kendaraan truk dredging. Aktivitas saat itu berlangsung mulai pukul 20.00 WIB berakhir 04.00 WIB dini hari. Disaat akhir waktu pekerjaan, ada sekitar 3 atau 4 truk yang beraktivitas. Kemungkinan, kata dia, ceceran terjadi akibat petugas kebersihan yang dilokasi capek atau lelah.

“Bagian petugas kebersihan waktu itu mungkin kelelahan, ketiduran, yang 3 mobil ini lewat, pak. Makanya ada ceceran tanah. Mereka tidak lapor ke pihak rekanan. Pas saya keliling jam 6 ada ceceran tanah,” terangnya.

Penjelasan itu kemudian ditanggapi anggota dewan. Pimpinan rapat Sibli yang saat itu melihat pertanyaan anggota komisi makin panjang langsung menyetopnya. Anggota komisi, Subhi saat itu meminta agar hearing ditunda karena masalah tidak selesai dibahas dalam satu hari. Pimpinan Sibli kemudian menutup hearing dan akan menggandakan ulang dengan mengundang Dishub dan DPUTR. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2