20.1 C
New York
Selasa, Mei 5, 2026
BerandaPemerintahanJika RPJMD 3,5 Tahun, Helldy-Sanuji Bakal Kurangi Porsi Program Janji Politik

Jika RPJMD 3,5 Tahun, Helldy-Sanuji Bakal Kurangi Porsi Program Janji Politik

-

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Helldy Agustian dan Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta nampaknya berpikir keras untuk menjalankan visi, misi dan program janji politik mereka jika masa jabatan hanya 3,5 tahun.

Kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota Cilegon ini dengan menyesuaikan perkembangan kondisi pembahasan revisi UU Pemilu di parlemen pusat mulai acang-ancang akan mengurangi porsi program janji politik mereka yang dikampanyekan pada Pilkada 2020 lalu.

Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta menyatakan, dia bersama Helldy mematok masa RPJMD Kota Cilegon dengan periode minimal 3,5 tahun. Dengan kata lain target program-program didalam janji politik akan disesuaikan dengan periode itu.

Ia mencontohkan, janji politik seperti program pemberian 5.000 beasiswa yang awalnya mengacu masa RPJMD 5 tahun akan disesuaikan porsinya nanti jika masa kepemimpinan hanya 3,5 tahun menjabat.

“Minimal ukuran 3,5 tahun lah yang kita kejar. Jadi kalau 5.000 beasiswa tanggung jawab kita kira-kira 3.500 beasiswa. Namanya (masa jabatan) dikurangi, targetnya dikurangi juga. Tapi mudah-mudahan bisa capai target,” ungkapnya ditemui awak media dikantornya, Kamis (4/3/2021).

Sanuji mengatakan, dia dan Helldy akan tetap siap jika diberikan amanah 3,5 tahun memimpin. Dengan artian, target program-program dalam RPJMD yang akan dicanangkan kedepan harus dicapai dengan cepat.

“Jadi kalau 3,5 tahun kita akan lari. Larinya lebih kencang lagi. Nggak bisa main-main,” ujarnya.

Ia menuturkan, agar program sesuai target,
seluruh anggaran akan didorong transparan.
Kemudian, anggaran menyangkut belanja juga akan diefisiensikan. Belanja yang tidak penting dirasionalisasi. Selanjutnya, dalam pencapaian target program, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan didorong untuk dioptimalisasi.

Menurutnya, upaya optimalisasi PAD ini sangatlah penting. Karena belakangan dari informasi yang diketahuinya PAD yang selama ini ditargetkan ke OPD sudah mencapai titik jenuh.

“Katanya PAD kita agak jenuh. Informasi yang saya dapat, PAD kita sudah mentok, begitu-begitu saja,” tuturnya.

Ia berharap, jika PAD selama ini stagnan perlu di intensifikasikan dan di ekstensifikasikan. PAD yang dinilai kecil juga ditingkatkan targetnya. Selanjutnya, potensi yang belum tergali perlu dilakukan terobosan. Dengan begitu program yang akan dijalankan nanti targetnya dapat dicapai cepat.

“Saya berharap ada terobosan baru untuk pendapatan, baik intensifikasi, ekstensifikasi, meluaskan, menajamkan PAD atau menambah item-item baru. Jika ada potensi PAD yang belum dibuka, kita buka, kita buatkan perdanya,” ucapnya.

“Jadi kita juga perlu konsisten, apa yang sudah kita anggarkan kita laksanakan. Apa yang menjadi program, makin cepat makin baik,” harapnya. (Ronald/Red)

 

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2