20.1 C
New York
Jumat, Mei 15, 2026
BerandaPemerintahanDemo UPTD Pasar Kranggot, Emak-emak Pedagang: Kami Butuh Makan, 2 Minggu Enggak...

Demo UPTD Pasar Kranggot, Emak-emak Pedagang: Kami Butuh Makan, 2 Minggu Enggak Ada Pemasukan!

-

CILEGON, SSC – Puluhan pedagang emprakan melakukan aksi demo di Kantor Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Pasar Kranggot, Kota Cilegon, Rabu (31/3/2021) sekitar pukul 09.00 WIB. Kedatangan para pedagang yang kebanyakan emak-emak ini meminta Pemkot Cilegon memberi keringaann kepada pedagang bisa berjualan hingga selesai  Hari Lebaran.

Salah satu pedagang Kranggot, Handayani mengaku sangat menyayangkan, tindakan pemerintah memperlakukan pedagang secara semena-semana. Pedagang meminta waktu agar relokasi ke dalam hanggar dilakukan setelah Hari Lebaran. Namun saat ini justru pedagang mendapat tindakan pengusiran. Ia menyatakan, pemerintah dengan tindakan itu dianggap tidak memiliki hati terhadap para pedagang.

“Kami ini rakyat miskin. Rakyat susah. Coba bantu kami. Minimal berikan waktu kami (pedagang) hingga selesai Lebaran aja. Setelah itu, kami siap untuk dipindahkan dan di tempatkan di hanggar yang sudah disediakan,” katanya kepada Selatsunda.com saat dilokasi.

Atas tindakan tersebut, kata Handayani,

para pedagang selama 2 minggu tidak berjualan. Dampaknya pun pedagang tidak berpenghasilan.

“Kami punya anak. Butuh makan, sudah dua minggu enggak jualan. Tidak ada pemasukan sama sekali. Coba perhatikan kami. Minimal sebelum ditertibkan, Pak Wali kasih solusi dong bagaimana pedagang-pedagang di sini (Pasar Kranggot) tidak dirugikan. Pindah ke sana (hanggar,red) pun butuh modal banyak,” katanya.

Menurut Handayani, hanggar yang saat ini disediakan oleh pemerintah dianggap tidak layak. Di mana, hanggar tersebut layaknya untuk pedagang ikan basah. Para pedagang memang mendukung agar Pasar Bersih dan Nyaman. Namun, pedagang berharap agar relokasi dapat dilakukan setelah selesai Hari Lebaran.

“Enggak layak lah. Kita kan pedagang baju, masak di tempatkan di lokasi ikan? Kita juga kan bayar retribusi di tempat ini. Siapa sih yang enggak kepengen Cilegon bersih, Cilegon rapih dan maju. Kami mau mendengarkan apa yang pemerintah minta, tapi berikan kami waktu dulu hingga Lebaran,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Disperindag Cilegon Abadiyah menuturkan, penertiban yang dilakukan ini merupakan instruksi Walikota, Helldy Agustian dan Wakil Walikota, Snauji Pentamarta. Penertiban yang dilaksanakan Disperindag melibatkan tim gabungan tim baik TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub.

Ia menyatakan, relokasi pedagang dari pinggir jalan ke dalam hanggar yang dilakukan pemerintah bermaksud untuk merapikan pasar.

“Kalau ini (penertiban) ditunda-tunda sedangkan ini instruksi tidak baik juga.

Kondisinya, setiap mau ditertibkan pasti mereka (pedagang) minta waktu dan waktu. Lalu mana ketegasan dari pemerintah kalau seperti ini. Kita (pemerintah,red) tidak merugikan mereka loh, kami hanya melakukan merapikan dan menertibkan saja. Enggak lebih!,” ujarnya.

Abadiyah beralasan, pemindahan pedagang ke hanggar ini justru membuat untung para pedagang dan membuat pedagang nyaman berjualan di dalam hanggar yang sudah disediakan.

“Justru lebih dingin di sini (hanggar,red) jika dibandingkan di luar. Kalau diluar memang banyak lalu-lalang kendaraan tapi yang belinya sedikit,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2