CILEGON, SSC – Pemkot Cilegon rupanya batal menyewa hotel untuk menampung pasien Covid-19 setelah ruang isolasi di Trans Hotel dan sejumlah rumah sakit terisi penuh. Pemkot dalam menambah tempat/ruang isolasi sementara akan menggunakan fasilitas mes milik PT Krakatau Industri Estate Cilegon (KIEC) yang berlokasi di area kompleks perumahan KS, Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta.
Dandim 0623 Cilegon sekaligus Wakil Ketua I Satgas Covid-19 Cilegon, Letkol Inf. Ageng Wahyu mengatakan, penggunaan mes untuk tempat isolasi sementara tersebut telah disepakati berdasarkan hasil komunikasi antara Walikota Cilegon, Helldy Agustian dengan pimpinan KIEC dan PT Krakatau Steel (KS) . Dalam penggunaan fasilitas tersebut, Pemkot Cilegon menyewa kepada KIEC.
“Jadi pembicaraan tingkat pimpinan, jika sudah ada 20 kamar yang sudah siap digunakan oleh pemkot untuk menampung pasien isolasi covid-19,” kata Dandim kepada Selatsunda.com dikonfirmasi, Kamis (24/6/2021).
Dandim menambahkan, KIEC dan KS prinsipnya telah bersedia jika mes digunakan oleh warga Cilegon yang terkonfirmasi Covid-19.
“Dari mereka (KIEC dan KS) sudah enggak ada masalah. Kemarin juga dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Cilegon memantau kondisi di sana. Untuk anggaran atau nakes semua diserahkan ke Pemkot Cilegon untuk mengatur semuanya,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT KIEC Saeful Rohman membenarkan jajaran pimpinan perusahaan dan Pemkot telah membahas penggunaan mes sebagai tempat isolasi menampung pasien Covid-19 (virus corona).
“Sudah dibahas kok dengan jajaran pimpinan perusahan kami jika pemkot akan menyewa 20 kamar untuk menampung pasien Covid-19. Pada Rabu (23/6/2021) kemarin, dari tim BPBD dan Dinkes Cilegon sudah melakukan pengecekan ke mes milik kami,” ujar Saeful.
Saeful mengatakan, perusahaan menjamin tidak ada warga menolak mes dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19. Meski di awal rencana, hal itu sempat terjadi namun warga sekitar memahami dengan kondisi pandemi saat ini.
“Kalau diawal-awal covid-19 memang ada gejolak. Tapi, kesini-sini masyarakat paham dan mengerti akan pademi ini. Saya berharap, pademi corona ini lekas berlalu dan semua bisa berjalan dengan normal,” harapnya. (Ully/Red)

