CILEGON, SSC – Kecelakaan di perlintasan kereta tanpa palang pintu masih saja terjadi di Kota Cilegon. Salah satunya kecelakaan melibatkan minibus Honda Brio dengan Kereta Api Ekonomi saat di Perlintasan Rel, Lingkungan Seneja, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, beberapa waktu lalu.
Hal ini turut menjadi perhatian serius Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta. Sanuji menilai selama ini Dinas Perhubungan (Dishub) Cilegon lambat merealisasikan sarana palang pintu.
“Dishub cukup lambat merealisasi ini (perlintasan tanpa palang pintu). Harus cepat. Apa kendalanya kenapa lambat?? Pekan ini kita akan evaluasi ini. Dishub harus ada solusi agar kecelakaan di perlintasan kereta ini tidak terjadi kembali,” kata Sanuji saat tengah Napak Tilas di Wisata Negeri Diatas Awan, Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Minggu (3/10/2021).
Kata Sanuji, Dishub semestinya membahas masalah tersebut baik dengan PT KAI, Pemprov Banten maupun Pemerintah Pusat untuk merealisasi pembangunan 4 palang pintu di Cilegon yang telah direncanakan pada awal 2021 lalu.
“Dulu ada pembahasan antara Dishub dengan PT KAI, jika akan dibangun 4 palang pintu. Semestinya itu segera direalisasi. Dishub pun harus bicarakan dengan pihak pusat dan Provinsi Banten. Apakah bisa dibantu menggunakan CSR kalau kebutuhannya puluhan atau ratusan juta. Mereka juga harus sering-sering melakukan sosialiasi dengan warga akan bahaya melintas di perlintasan kereta tanpa palang pintu,” tegasnya.
Menanggapi hal ini, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Cilegon, Hendra Pradipta menjelaskan, pihaknya tengah mengusulkan pembangunan palang pintu perlintasan kereta api di empat titik, yaitu, Seruni, Krenceng, Tegal Cabe dan Seneja.
“Empat titik rencana kami akan bangun. 1 titik di wilayah Bappeda Cilegon rencana akan digeser. Untuk anggaran sendiri, keempat titik perlintasan tanpa palang pintu ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar yang bersumber APBD 2021,”’pungkasnya. (Ully/Red)

