CILEGON, SSC – Ribuan buruh dari berbagai federasi melakukan aksi demonstrasi di kawasan industri Krakatau Steel menuntut kenaikan UMK 2022, Selasa (23/11/2021). Dalam aksi tersebut, buruh memblokir jalan industri.
Pantauan Selatsunda.com di lokasi, ribuan buruh mulai melakukan aksinya dari dari pukul 12.00 WIB. Saat itu, buruh saat bergerak dari arah Kawasan Industri Ciwandan ke Kawasan Industri Krakatau Steel. Saat di lokasi, para buruh langsung melakukan orasi dan memblokir jalan industri. Tampak, aksi blokir jalan menyebabkan aktifitas jalan menuju jalan industri dan Tol Cilegon Barat lumpuh.
Demo buruh ini meminta kenaikan Upah Minimum Kota atau UMK Cilegon 2022 sebesar 13,5 persen dari UMK 2021 yang sebelumnya hanya Rp 4.386.442.
Orator dari Kasbi Cilegon Adi Ardian mengatakan, aksi massa dilakukan serentak di berbagai kota di Indonesia.
“Walikota Cilegon yang saat ini duduk, dipilih oleh rakyat Cilegon. Harusnya beliau melihat, bisa mendengar tuntutan buruh,” teriak Adi sambil berorasi.
Perjuangan buruh menuntut kenaikan UMK sudah dilakukan. Namun tuntutan tidak dipenuhi pemerintau.
“Kita kabarkan ke kawan-kawan, jika tuntutan tidak dikabulkan, kita turunkan massa yang lebih besar,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono mengklaim aksi buruh tersebut tidak mengganggu aktivitas industri di Kota Cilegon.
“Hari ini kita mengamankan kegiatan unjuk rasa teman-teman buruh. Kami melakukan rekayasa lalu lintas, sehingga tidak ada kemacetan, yang ada perlambatan. Kita melakukan kegiatan yang humanis,” klaimnya.
Sigit menambahkan, pihaknya menerjunkan 300 anggota untuk mengamankan aksi para buruh.
“Untuk menjaga demo buruh ini, 100 personil bantuan dari Polda Banten untuk membantu personil kami,” pungkasnya. (Ully/Red)

