CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon memproyeksikan perekonomian di Kota Cilegon pada Tahun 2022 akan bergeliat. Proyeksi itu pun menjadi optimisme Pemkot Cilegon menaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2022 menjadi Rp 630 miliar dari tahun sebelumnya Rp 579 miliar.
Kepala Bidang Pajak Daerah BPKAD Cilegon, Hadi Permana memproyeksikan, perekonomian di Cilegon pada tahun ini akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Menurut Hadi, hal itu didasari selain kasus pandemi Covid-19 yang mulai melandai dan juga ekonomi saat ini sudah kembali berjalan normal.
“Optimisme ini kita lihat dari potensi-potensi yang bisa kita gali di tahun ini seiring ekonomi yang semakin membaik. Potensi itu bisa kita lihat dari banyak hal, mulai investasi yang masuk, hotel-hotel yang akan didirikan dan yang lainnya,” ujar Hadi ditemui di Kantornya, Selasa (25/1/2022).
Ia menyatakan, Pemkot seiring ekonomi membaik menargetkan beberapa sektor PAD naik signifikan. Dua target pendapatan pajak daerah yang terbesar yakni Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dan BPHTB.
Pada tahun sebelumnya, realisasikan PPJ mencapai Rp 209 miliar atau melampaui target yang ditetapkan Rp 205 miliar. Pada tahun ini, Pemkot menargetkan PPJ sebesar Rp 241 miliar.
Sementara untuk BPHTB tahun lalu, target sebesar Rp 237 miliar hanya terealisasi Rp133 miliar. Meski tidak mencapai target, namun Pemkot pada tahun ini menargetkan BPHTB sebesar Rp 230 miliar.
“Jadi memang ada informasi yang kita peroleh, beberapa perusahaan di Cilegon berencana mengembangkan kawasannya. Kemudian ada perusahaan yang akan membisniskan lahannya, itu masuk potensi BPHTB yang kita proyeksikan,” terangnya.
Ia berharap, tidak hanya PPJ dan BPHTB yang bisa menyokong kenaikan PAD untuk Kota Cilegon namun pajak daerah lainnya juga diharapkan dapat tercapai. Seperti pajak hotel, restoran, hiburan, reklame dan pajak lainnya.
“Untuk pajak parkir memang tahun lalu realisasinya Rp 1,3 miliar, tidak melampaui target Rp 1,5 miliar. Karena tahun kemarin, kendalanya pada proses perizinannya. Kita harapkan proyeksi target tahun ini Rp 2,1 miliar, bisa tercapai meski targetnya paling kecil dari PAD lainnya,” harapnya. (Ronald/Red)

