20.1 C
New York
Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaPeristiwaKerap Banjir dan Jadi Sarang Parkir Liar, Warga Desak JLS Dibongkar

Kerap Banjir dan Jadi Sarang Parkir Liar, Warga Desak JLS Dibongkar

-

CILEGON, SSC – Warga meminta, tata ruang dan wilayah di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kota Cilegon ditata kembali. Hal itu diminta lantaran JLS menjadi langganan banjir, rusak parah dan kerap menjadi sarang parkir truk liar.

Hal ini terungkap saat lintas komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan tokoh masyarakat (Tokmas) di Ruang Rapat Serbaguna DPRD, pagi tadi.

Salah satu tokoh masyarakat Cilegon, Edi John mengaku, saat ini kondisi JLS sangat memprihatinkan. Selain kerap banjir, JLS juga rusak parah akibat truk overload overdimensi (odol). Sebagai perwakilan salah satu organisasi masyarakat (ormas), ia mendesak agar Pemkot dan DPRD Cilegon serius menangani masalah di JLS.

“Sebenarnya konsep pembangunan JLS ini seperti apa? Banyak anggaran yang diterima oleh Pemkot Cilegon dalam membangun JLS. Dari Provinsi Banten, Pemkot Cilegon terima anggaran sebesar Rp 20 miliar, pemerintah pusat kucurkan anggaran sebesar Rp 70 miliar belum lagi dari PT Krakatau Steel, PT Candra Asri Chemical yang membantu anggaran untuk Pemkot Cilegon,” kata Edi John saat hearing, Selasa (25/1/2022).

Tak hanya itu, Edi juga mengaku, banyaknya truk yang parkir secara liar membuat JLS terkesan kumuh. Semestinya parkir di JLS bisa ditata dengan baik salah satunya dengan menyediakan kantong-kantong parkir. Pihaknya mengaku siap membantu pemerintah untuk menata Kembali JLS. Selain nantinya tertata baik, upaya pembenahan JLS yang dilakukan bersama-sama dapat meningkatkan PAD.

“Ini jadi persoalan kita semua. Seharusnya, Dishub (Dinas Perhubungan) bisa menyiapkan kantong-kantong parkir. Keberadaan kantong parkir ini juga kan akan menambah pendapatan untuk Pemkot Cilegon. Selama 2 tahun kami hanya diam. Dan sekarang, kami minta Pemkot Cilegon ikut sertakan kami untuk menata ulang JLS. Kami mohon pak dewan rapat hari ini harus final. Kami siap membantu pemerintah dalam pembenahan JLS,” ujarnya.

Edhi mengaku ingin adanya pemecahan masalah bukan hanya janji semata. “Selama ini dua tahun, kami menemui OPD jawaban pejabat hanya nanti saya sampaikan ke Walikota, saya tidak ingin jawaban itu ada lagi, tetapi langsung eksekusi penataan,” pintanya. 

Jika memang trotoar JLS difungsikan sebagai pusat kuliner, kata Edhi, tidak rasional. Sebab, jalannya banjir, selain itu pelaku usaha lapaknya tertutup truk hasil tambang yang parkir. “Siapa yang mau usaha di Cilegon, misal saya jualan soto, depannya banjir, ketutup truk parkir,” ungkapnya

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Cilegon, Hasbudin mengungkapkan, meskipun Kota Cilegon merupakan kota yang kecil, namun banyak pihak yang memperhatikan kondisi di Cilegon. Seperti di Jalan Lingkar Selatan yang disorot oleh tokoh masyarakat. Tokmas menilai keberadaan JLS saat ini tidak memberi kontribusi bagi masyarakat namun justru sebaliknya.

“Inilah buktinya jika kondisi di JLS tidak sesuai dengan komitmen dan visi misi Helldy-Sanuji,” tegas Hasbudin.

Hasbudin pun mendesak, agar OPD terkait segera membuat surat ke Walikota Cilegon, Helldy Agustian untuk melibatkan masyarakat Cilegon dalam membenahi JLS yang kerap banjir dan jadi sarang parkir liar truk odol.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Erick Airlangga meminta supaya Walikota Cilegon, Helldy Agustian untuk membangun komunikasi dengan Pemprov Banten, Pemerintah Pusat, pengusaha dan industri di Cilegon untuk membantu memperbaiki JLS yang rusak parah.

“Coba jalin komunikasi antara Pemkab Serang, Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat bagaimana membenahi dan memperbaiki JLS ini. Jangan apa-apa diserahkan ke Pemprov Banten. Walikota harus intens komunikasi. Anggaran di pemerintah pusat kan banyak coba di pikirkan lagi. Bangun JLS itu tidak mudah dan murah. Perlu perjuangan yang luar biasa,” beber Erick.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Cilegon M Ridwan menjelaskan, Disperkim Kota Cilegon hanya membangun taman-taman di sepanjang trotoar yang ada di JLS dengan luas panjang 15,8 kilometer.

“Naungan kami di JLS hanya membangun taman-taman yang ada di sepanjang trotoar saja,” ujar Ridwan.

Sementara Kabag Hukum pada Setda Kota Cilegon, Agung Budi Prasetya mengatakan, pihaknya dalam hal ini akan membentuk tim terkait pembenahan JLS sehingga kedepan pembangunannya dapat dinikmati masyarakat.

“Kalaupun ada keinginan ormas diikutsertakan dalam pembenahan JLS, selama tidak menyalahi aturan tidak apa-apa. Kami bergerak berdasarkan regulasi dan SOP. Ketika kami bergerak justru ada mekanisme dan dasar hukumnya,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2