CILEGON, SSC – Seorang remaja inisial T (16) dirawat di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Kota Cilegon setelah dilaporkan tertembak senjata api jenis pulpen pistol. T terluka tembakan pulpen pistol yang ditemukan oleh ayahnya, yang diketahui merupakan anggota yang bertugas di Polairuda Polda Banten.
Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono membenarkan, kejadian itu terjadi saat di kediaman korban pada Rabu (9/2/2022). Kejadian berawal saat ayah korban menemukan pistol pulpen ketika bertugas di Pelabuhan Merak. Pulpen pistol tersebut kemudian dibawa pulang ke rumah dan diletakan diatas lemari es.
Diduga saat dirumah, korban tidak sengaja memainkan pistol berbentuk pulpen itu dan terkena tembakan di bagian perut.
“Kami mendalami informasi, ternyata benda tersebut sebelumnya ditemukan ayahnya, yang seorang anggota kepolisian di Pelabuhan merak. Karena bentuknya seperti pulpen, kemudian oleh ayahnya dibawa pulang, ditaruh di atas lemari es,” ujar Kapolres Sigit saat di RSKM didampingi Kasatreskrim, AKP Arief Nazarudin.
“Si anak tadi memainkan, dikira seperti pulpen biasa, ternyata meledak. Kami identifikasikan, oleh tim dari reserse bahwa barang tersebut kita sebut pen gun,” sambungnya.
Kapolres menegaskan, isu korban ditembak oleh ayah korban seperti beredar di masyarakat adalah tidak benar. Korban terkena tembakan karena ketidaktahuan dan kelalaian. Bukan karena ada konflik di dalam keluarga.
“Yang pertama kita klarifikasi, bahwa tidak benar ada anggota di Polairud dari informasi yang beredar menembak anaknya dengan senpi dinas. Itu tidak benar. Yang terjadi adalah ketidaktahuan, karena kelalaian si anak, yang usianya di bawah 17 tahun, ada benda yang bentuknya seperti pulpen. Ketika benda itu dimainkan terjadi ledakan. Sehingga melukai perut,” terangnya.
Saat ini, kata Kapolres, korban dalam kondisi stabil dirawat di RSKM Cilegon. Korban belum dapat dimintai keterangan karena selain terluka tembakan juga terpapar Covid-19.
“Korban kondisinya stabil, dirawat di RSKM dan kebetulan korban terpapar Covid-19 kami agak kesulitan mewawancara lebih dalam,” ungkapnya. (Ronald/Red)

