20.1 C
New York
Kamis, September 17, 2026
Beranda Peristiwa Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang di...

Pencarian Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang di Selat Sunda Dihentikan

0
45

PANDEGLANG, SSC – Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal speadboat Arupadhatu 1 yang dinyatakan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Provinsi Banten, dihentikan. Kedelapan orang yang belum ditemukan yakni M. Bagus Khoirunnas, jurnalis dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal jurnalis freelance, Warta kapten kapal, Surakman anak buah kapal (ABK), Heriyanto selaku guide.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, sejak hari pertama hingga hari kesepuluh pencarian, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal dan juga jurnalis serta awak kapal spedledboat Arupadhatu 1.

“Secara umum tidak ditemui tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut,” ujar Andra Soni, saat memberikan keterangan Pers di Posko Utama SAR Banten, di Pantai Marina, Carita, Kabupaten Pandeglan, Kamis (17/9/2026).

Andra menyatakan, selama pelaksanaan operasi, tim SAR gabungan menemukan sedikitnya 13 objek atau material di lokasi pencarian. Akan tetapi, setelah dikonfirmasi dan dilakukan pengecekan oleh Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten, seluruh objek tersebut dinyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan Arupadhatu 1.

Setelah masa perpanjangan operasi selama tiga hari, kata Andra, Basarnas menilai kegiatan pencarian sudah tidak efektif untuk dilanjutkan. Dengan pertimbangan tersebut, operasi gabungan pencarian dan pertolongan terhadap Arupadhatu 1 akhirnya dihentikan.

Walaupun demikian, Andra mengungkapkan, operasi masih dapat dibuka atau dilaksanakan kembali apabila ditemukan informasi maupun petunjuk baru terkait keberadaan kapal dan para penumpangnya.

“Bilamana ada informasi dari masyarakat, nelayan, kapal yang melintas atau pihak mana pun, operasi ini bisa dihidupkan kembali atau dilaksanakan kembali. Bilamana ada penemuan atau petunjuk baru, proses pencarian atau upaya evakuasi bisa dibuka kembali,” ungkap Andra.

Andra Soni juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang selama 10 hari terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Andra turut menyampaikan keprihatinan mendalam kepada keluarga korban yang hingga kini masih menunggu kepastian keberadaan orang-orang terdekat mereka.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak keluarga sekaligus ingin menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas belum ditemukannya sahabat-sahabat kita, keluarga kita yang berada di Arupadhatu 1,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten Al Amrad mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, operasi pencarian dilaksanakan selama tujuh hari.

Setelah dilakukan rapat evaluasi, operasi kemudian diperpanjang selama tiga hari atas permintaan keluarga korban yang disampaikan melalui Gubernur Banten Andra Soni.

Al Amrad menuturkan, selama operasi berlangsung, sejumlah unsur SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian melalui jalur laut maupun udara. Basarnas juga melibatkan sejumlah kantor SAR, di antaranya SAR Jakarta, SAR Lampung, dan Kantor SAR Bengkulu Namun, hingga hari ke-10 pencarian, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Speed Boat yang membawa para korban.

Al Amrad menerangkan, evaluasi hasil operasi juga dilakukan bersama unsur yang terlibat di lapangan, termasuk koordinator alat utama Danlanal Banten dan Dirpolairud. Pencarian sebelumnya dilakukan secara intensif dengan mengerahkan personel dan berbagai sarana pencarian melalui jalur laut serta udara di wilayah perairan Selat Sunda. (Ronald/Red)