CILEGON, SSC – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Heni Anita Susila meminta seluruh sekolah tingkat SD dan SMP sederajat di Cilegon untuk mengawasi penjualan makanan di lingkungan sekolah mengantisipasi penyebaran hepatitis akut di kalangan siswa. Di mana sekolah diminta mengawasi penjualan makanan kantin dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Salah satu upaya yang dilakukan guna mencegah kemunculan penyakit hepatitis akut, kami meminta pihak sekolah untuk memantau kantin sekolah untuk tetap menjaga kesehatan. Seperti menutup semua makanan dengan menggunakan plastik serta menggunakan alat pencapit makanan,” kata Heni saat memantau Ujian Sekolah 2022 di SD Kedaleman IV, Kecamatan Cibeber, Selasa (17/5/2022).
“Jadi, pemantauan kantin sekolah harus secara ketat yang dilakukan oleh pihak sekolah,” ucapnya.
Selain kepada sekolah, kata Heni, pihaknya juga menganjurkan kepada orang tua membekali makanan dari rumah bagi anak mereka. Kepada siswa, pihaknya juga meminta agar tetap menjalankan protokol kesehatan.
“Bila perlu, siswa membawa bekal makanan dan minuman dari rumah, tidak boleh jajan di luar agar terjamin kesehatannya,” tutur Heni.
“Kami menghimbau anak-anak tetap menjaga prokes sekalipun di Cilegon belum ada suspek ini,” tambahnya.
Sampai saat ini, kata Mantan Kepala DP3AKB Kota Cilegon, belum ada jadwal pemantauan makanan di kantin-kantin sekolah. Mengigat, siswa kelas 1-5 SD tengah melakukan pembelajaran secara daring.
Meski demikian, pihaknya bersama instansi terkait lain dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi terhadap sekolah sehubungan upaya pencegahan hepatitis akut anak yang sampai saat ini belum diketahui penyebabnya.
“Belum ada jadwal pemantauan makanan di kantin sekolah karena sekarang masih belajar daring di kelas 1 hingga kelas 5 SD. Kemungkinan, nanti Dindik, Dinkes dan BPOM akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ungkapnya. (Ully/Red)

