20.1 C
New York
Rabu, Mei 6, 2026
BerandaPeristiwaAudiensi Warga dengan Lotte Chemical Belum Temui Titik Terang

Audiensi Warga dengan Lotte Chemical Belum Temui Titik Terang

-

CILEGON, SSC – Audiensi manajemen PT Lotte Chemical Indonesia dengan perwakilan warga dari sejumlah kelurahan di Kecamatan Grogol, belum menemui titik terang. Warga yang berunjuk rasa belum dapat memenuhi tuntutan yang disampaikan sebab mereka belum dapat ditemui perwakilan perusahaan yang berkompeten.

Diketahui, ratusan warga dari sejumlah kelurahan di Kecamatan Grogol melakukan aksi unjuk rasa di PT Lotte Chemical Indonesia menyampaikan sejumlah aspirasi. Massa menuntut terkait perekrutan tenaga kerja, penanganan persoalan banjir hingga pencemaran udara.

Salah satu tokoh masyarakat Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Husen Saidan mengaku kecewa dengan belum adanya hasil yang dicapai dalam audiensi. Menurutnya, manajemen yang ditemui saat audiensi tidak mewakili perusahaan.

Ia menghormati, pihak yang hadir baik Komisi II DPRD, Polres maupun Dinas Tenaga Kerja Kota Colegon yang berusaha untuk mencari solusi bagi masyarakat. Namun saat audiensi tidak ada perwakilan dari perusahaan yang kompeten menjawab tuntutan warga.

“Hari ini kok, seolah-olah tidak ada orang LCI yang mewakili yang punya kompetensi, yang betul-betul mewakili. Untuk apa kita capek-capek dari pagi bicara, kalau yang datang sekarang ini justru orang yang tidak mewakili perusahaan,”  ujar Husen kepada Selatsunda.com usai audiensi, Senin (23/5/2022).

Husen menyatakan, tuntutan masyarakat sebenarnya tidak banyak dan sangatlah wajar. Masyarakat meminta persoalan seperti pencemaran debu dan banjir yang kerap terjadi dapat diselesaikan.

Kemudian, perusahaan juga diminta untuk memberikan ruang peluang rekrutmen tenaga kerja lokal dan memprioritaskan pengusaha lokal terlibat dalam pembangunan pabrik baru.

“Tuntutan kami tidak banyak bagaimana menyelesaikan persoalan lingkungan yang merugikan di masyarakat. Kemudian kedua, memberikan peluang rekrutmen tenaga kerja lokal. Jangan dari laporan Disnaker, dari 78 orang, hanya 8 orang lokal yang bekerja. Lalu peluang usaha kan sedang berjalan, masak orang lokal yang seperti ini tidak bisa. Kami mampu kok. Nah peluang ini malah diberikan kepada orang luar. Itu semua kan syarat Amdal-nya begitu,” tuturnya.

Jika tuntutan yang disampaikan tidak dipenuhi, kata Husein, sangat wajar masyarakat yang tadinya mendukung investasi Lotte di Cilegon menjadi sebaliknya. Menurutnya dengan masuknya investasi Lotte di Cilegon semestinya memberi manfaat kepada masyarakat.

“Kalau tidak ada nilai manfaat buat apa. Pemerintah menitipkan investasinya agar ada nilai manfaat kepada masyarakat, untuk bisa bekerja sama. Duduk dengan masyarakat,” tuturnya.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Fatuhrohmi mengatakan, pihaknya jauh sebelum demo terjadi telah menyampaikan kepada perusahaan terkait masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Pihaknya pun telah meminta perusahaan untuk segera menyelesaikannya. Baik itu terkait pencemaran debu atas aktivitas pembangunan pabrik baru dan juga persoalan banjir saat turun hujan. Kemudian belum diprioritaskannya rekrutmen tenaga kerja lokal dan juga peluang kerja bagi pengusaha lokal.

Ia berharap, pihak Lotte dapat segera memberi jawaban atas tuntutan yang disampaikan. Agar  permasalahan dapat terjawab kepada masyarakat.

“Jadi hasilnya (audiensi) belum keluar. Tadi mereka hanya meminta waktu satu hari untuk mendiskusikan secara internal, tentu kita beri kesempatan mereka tinggal kita lihat hasilnya besok maksimal besok sore,” harapnya.

Sementara itu, Humas PT LCI di Kota Cilegon, Nurman Hakim Hidayat saat coba dikonfirmasi mengatakan, perusahaan masih belum dapat memberi pernyataan lebih lanjut karena masih menunggu arahan dari pimpinan. Kata dia, seluruh tuntutan masih dikoordinasikan baik di internal maupun eksternal.

“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut. Semua masih dikoordinasikan di internal dan eksternal” pungkasnya singkat. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2