CILEGON, Selatsunda.com – Perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon yang rusak rencananya bakal dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Hal ini disampaikan Asda II Tb Dikri Maulawardhana setelah Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengadakan pertemuan dengan Ditjen Bina Marga Kementrian PUPR, dua pekan lalu.
Asda II Dikri menyatakan, perbaikan JLS berdasarkan usulan yang telah diajukan oleh Pemkot Cilegon sebesar Rp 160,2 miliar.
“Sudah masuk di rekap kementerian. Tinggal diajukan dalam RAPBN 2023,” kata Dikri kepada awak media, Belum lama ini.
Dikrie menambahkan, anggaran perbaikan tersebut rencananya akan dialokasikan untuk 2 tahap perbaikan. Tahap pertama, anggaran perbaikan akan dialokasikan senilai Rp 60 miliar pada 2023 dan tahap kedua senilai Rp 100 miliar pada 2024.
“Insa Allah pemerintah pusat bisa memperhatikan keluhan kita (Pemkot Cilegon) untuk memperbaiki JLS rusak parah,” tambah Dikrie.
Mantan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon juga menuturkan, selain meminta bantuan pihak Kementrian PUPR, Pemkot Cilegon juga meminta perhatian semua pihak industri di Kota Cilegon untuk berkontribusi memperbaiki JLS. Mengingat, mayoritas kendaraan yang melintasi JLS adalah kendaraan logistik industri.
“Pihak industri sebagai pengguna JLS, harus bertanggung jawab untuk membantu memperbaiki JLS. Kalau kita hitung untuk biaya rehabilitasi 6 jembatan saja mencapai Rp 4 miliar. Mereka (industri) ini harus siap berkontribusi. Nanti kita agendakan jumat depan, kita panggil mereka untuk ikut membantu perbaiki JLS,” tutur Dikrie.
Lanjut Dikrie, Pemkot Cilegon tidak akan ikut campur kepada pihak industri dalam mengurus, mencari dana hingga melelang anggaran untuk memperbaiki JLS.
“Semua diurus oleh pihak industri. Kami (Pemkot Cilegon) tidak ikut mencampuri apa yang diurus oleh industri untuk perbaiki JLS.
“Kita hanya menggumpulkan industri saja. Tapi selebihnya pihak industri yang melakukan pelelangan hingga mencari anggaran,” terangnya.
Sementara, Kepala Bidang Bina Marga (BM) Dinas PUTR Kota Cilegon, Retno Anggraeni menambahkan, bantuan anggaran perbaikan JLS dari Kementerian PUPR akan digunakan untuk memperbaiki 6 titik jalan rusak parah, 7 jembatan hingga pembangunan pengamanan jalan di Jalan Lingkar Selatan (JLS).
“Jadi perbaikan JLS akan dilakukan 2 tahap. Tahap pertama dengan anggaran Rp 60 miliar untuk memperbaiki jalan dan jembatan. Di tahap kedua, pembangunan pengamanan jalan (sisi kanan dan sisi kiri),” kata Retno.
Retno menjelaskan, selama ini Pemkot Cilegon telah menggelontorkan biaya perbaikan fisik JLS senilai Rp 2,6 miliar. Perbaikan jalan mulai dari Jalan Cikondang, Cimahe, Perempatan Cikerai dan pembuatan jalan di bagian depan JLS.
“Kalau kita (PU) totalkan, pada tahun lalu saja APBD yang sudah dihabiskan untuk memelihara JLS capai Rp 2,6 miliar. Jika nanti semua perbakian JLS selesai, otomatis butuh anggaran lagi untuk biaya pemeliharanya. Kita udah totalkan untuk biaya pemeliharaan dengan jalan mulus dan kondisinya rapih, kita butuh Rp 10 miliar per tahun,” bebernya.
Ia berharap, ada ketegasan dari pemerintah untuk melarang kendaraan over kapasitas dari perusahaan untuk tidak melewati JLS sehingga jalan tidak kembali rusak.
“Ketegasan pemerintah untuk melarang mobil kapasitas over untuk tidak lewat. Karena yang melintas ini kan kendaraan-kendaraan besar dari industri, otomatis unsur pimpinan bisa mengundang mereka (industri) untuk lebih memperhatikan JLS,” pungkasnya. (Ully/Red)

