CILEGON, Selatsunda.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melakukan wawancara akhir seleksi calon direktur PT BPRS Cilegon Mandiri (BPRS-CM). Sedikitnya, ada 6 calon Direktur BPRS-CM ikut dalam seleksi tersebut yakni calon Direktur Bisnis, Arum Dwi Chrisni Rini dari Kota Cilegon, Muhammad Soleh dari Bangka Belitung, Yoyo Hartoyo dari Bogor. Sedangkan untuk jabatan Calon Direktur Operasional dan Kepatuhan, yakni, Sofian dari Depok, Dudi Kelana dari Cilegon dan Zamroni Tama dari Cilegon.
Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, dua direktur PT BPRSCM yang nantinya terpilih dituntut untuk menguasai pengalaman di dunia perbankan. Tak hanya itu, direktur baru pun harus mempercepat perbaikan kualitas dan kuantitas untuk perusahaan serta menghasilkan untung besar untuk kemajuan bank pemerintah tersebut.
“Saya ingin mereka-mereka ini (Direktur terpilih) ini bisa memperbaiki BPRSCM. Selain itu juga, bagaimana dua direktur yang terpilih ini busa membuat SOP (Standa Operasional) pemasaran yang sehat. Jadi, dua orang direktur yang terpilih ini dituntut harus mampu berlari kencang,” kata Helldy kepada awak media usai test seleksi yang digelar di salah satu hotel di Cilegon, Selasa (18/10/2022).
Helldy ditanya siapakah sosok kandidat direktur yang terpilih nanti mengaku sampai saat ini belum memiliki gambaran atau penilaian apapun dari keenam calon direktur tersebut. Usai seleksi wawancara akhir tersebut, kata Helldy, nama calon direktur yang lolos akan direkomendasikan ke OJK (Ortoritas Jasa Keuangan).
“Yah belum lah. Kan proses selanjutnya setelah test wawancara ini, kita (Pemkot Cilegon) akan mengirimkan 4 nama dari masing-masing posisi direktur ke OJK sehingga selanjutnya dari OJK yang akan melakukan tes kembali untuk menentukan apakah 4 nama dari jabatan 2 direktur tersebut telah memenuhi persyaratan. Setelah kita kirim ke OJK nama-nama 4 nama calon jabatan direktur tersebut, barulah dari OJK sendiri yanh melaporkan kepada kita (Pemkot Cilegon) hasil dari tes di sana,” beber Helldy.
Helldy juga memastikan dalam pemilihan dua jabatan direktur di PT BPRSCM ini tidak ada faktor kedekatan atau titipan menitip. Seleksi dilakukan secara profesional.
“Kalau berbicara integritas bisa dikatakan memiliki kompetensi luar biasa lah untuk calon direktur di BPRSCM ini. Selain integritas, direktur yang terpilih pun harus royal serta bisa melakukan segala sesuatu. Kalau hanya Pak Novran aja (Direktur Utama) PT BPRSCM aja kasihan gak bisa terbang. Kalau ada temanya kan bisa diperbaiki SOPnya, diperbaiki dari sisi operasionalnya, diperbaiki tata kelolanya serta marketingnya pun bisa dimaksinalkan. Jadi untuk menentukan calon direktur ini harus selektif lah,” terang Helldy.
Senada dengan Walikota, Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta mengatakan, dari keenam calon yang mengikuti seleksi ini, diharapkan bisa menghasilkan dua orang direktur yang terbaik untuk mampu meningkatkan kemajuan di BPRSCM.
“Karena kita tahu BPRS punya persoalan hukum. Dengan hadirnya dua pejabat yang terpilih ini, tentunya bisa menemani Pak Novran, bisa kebih solid dan lebih kompak dalam membenahi BPRSCM,” ujar Sanuji.
Tak hanya itu, calon direktur yang nantinya terpilih ini, bisa lebih memahami tentang filosopi alasan didirikanya PT BPRSCM, bank pengkreditan syariah di Cilegon didirikan untuk apa.
“Jadi dengan kehadiran dua direktur yang terpilih ini, mereka bisa lebih memahami dan mengembalikan lagi kepercayaan masyarakat terhadap visi misi didirikanya BPRCM. Kepentingan BPRSCM ini untjk kepentingan usaha masyarakat serta kepentingan bisnis UMKM,” kata Sanuji. (Ully/Red)

