CILEGON, SSC – Kebakaran yang terjadi di Kapal Feri Royce di Perairan Merak, Kota Cilegon, Banten membuat para penumpang panik. Musibah kebakaran itu diceritakan oleh Rily (35), Penumpang yang hendak pulang ke Baturaja, Sumatera Selatan.
Rily menceritakan, awalnya kapal saat itu baru saja berlabuh dari Pelabuhan Merak sekitar 15 menit. Saat diatas kapal, ia bersama keluarganya tengah mendengarkan petugas kapal yang sedang memperagakan penggunaan baju pelampung untuk keselamatan penumpang. Tak lama, terdengar kabar dari lantai bawah tepatnya di parkir kendaraan terdapat kebakaran.
“Kira-kira baru 15 menit berangkat, pas awak kapal memperagakan baju pelampung, tiba- tiba ada kabar terjadi kebakaran di bawah dan langsung bunyi sirine,” ujarnya saat di Pelabuhan Merak.
Belum selesai petugas memberi penjelasan tentang penggunaan baju pelampung, kata Rily, penumpang sudah langsung panik.
“Belum sempat awak kapal selesaikan penjelasan tersebut, penumpang sudah ribut. Penumpang langsung teriak-teriak, nangis, dorong-dorongan. Ambil baju pelampung,” ungkapnya.
Rily mengaku tak mengetahui persis penyebab kebakaran tersebut, namun saat asap hitam tebal masuk ke area penumpang.
“Kepulan asap dari samping. Kita mencium. Api tidak lihat, kepulan asap hitam ada,” ujarnya.
Seketika saat itu penumpang langsung dievakuasi. Satu persatu menggunakan baju pelampung. Kemudian dievakuasi ke kapal penyeberangan lain yang datang menolong.
“Ibu-ibu, anak-anak panik semua. Langsung dievakuasi pakai sekoci. Mereka setelah pakai pelampung, langsung ada yang dibawa ke kapal yang dekat. Kita langsung pindah semua,” terangnya.
Rily mengaku, saat evakuasi kakinya mengalami luka-luka karena terbentur besi. Meski selamat bersama keluarganya, namun saat evakuasi ada dua orang keluarganya yang terpisah karena sedang dirawat ke rumah sakit.
“Alhamdulillah semua selamat. Tinggal 2 orang lagi yang dirawat dirumah sakit. Bibi dan suami bibi kami,” pungkasnya. (Ronald/Red)

