20.1 C
New York
Kamis, April 30, 2026
BerandaPeristiwaMesin Pengangkut Rusak, Sampah di Pasar Kranggot Cilegon Berserakan

Mesin Pengangkut Rusak, Sampah di Pasar Kranggot Cilegon Berserakan

-

CILEGON, SSC – Mesin pengangkut sampah atau disebut loader yang ada di Pasar Kranggot, Kota Cilegon mengalami kerusakan. Akibat kondisi tersebut, sampah yang ada di Pasar Kranggot tepatnya di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) berserakan hingga ke area jalan dan menimbulkan bau tidak sedap.

Pantauan Selatsunda.com di Pasar Kranggot, tumpukan sampah yang berserakan ini hampir memenuhi badan jalan. Bahkan sampah menggeluarkan aroma tidak sedap.

Sampah yang ada di TPS Pasar Kranggot berserakan hingga ke badan jalan

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon Dani Rahmat tak  hal tersebut. Mesin pengangkut sampah yang rusak ini milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon.

“Memang di Pasar Kranggot ada 2 loader. Loader milik Disperindag dan Loader milik Dinas LH. Yang rusak loader milik Disperindag. Yah karena loader tersebut rusak, beginilah kondisinya. Sampah berserakan di jalan,” kata Dani saat dikonfirmasi Selatsunda.com, Senin (5/6/2023).

Kata Dani, untuk memperbaiki mesin loader tersebut  dibutuhkan anggaran hingga Rp 50 juta lebih. Untuk itu, pihaknya akan mengajukan alokasi perbaikan loader ke Disperindag agar bisa dipergunakan kembali.

“Saya sudah sampaikan ke Pak Kadis (Kepala Disperindag Kota Cilegon Syafrudin). Anggaran perbaikan sekitar 50 juta sampai 100 juta, bannya aja gede banget,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi menumpuknya sampah di TPS ini, sambung Dani, pihaknya sudah meminta bantuan pihak DLH Cilegon untuk menyelesaikan persoalan sampah tersebut.

“Sampah di Pasar Kranggot itu bukan hanya dari pedagang pasar saja, warga sekitar Jombang, Purwakarta bahkan Cibeber itu pada buang ke Pasar, jadi sampahnya banyak sampai ke jalan-jalan,” ucapnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Cilegon Sabri Mahyudin mengatakan, mengaku, pihaknya telah menerima laporan terkait sampah di Pasar Kranggot oleh pihak UPT.

“Karena loader rusak, jadi untuk sementara sampah kami angkut dengan penanganan manual dulu sambil menunggu loader kembali bisa digunakan. Petugas kami (LH) tadi siang pukul 14.00 WIB telah mengangkut sampah di Pasar Kranggot harus berjalan dan dibantu secara manual, alat kita masih ada yang bisa beroperasi,” ujarnya.

Sabri menambahkan, Loader sebetulnya hanya sebagai alat bantu untuk mengangkut sampah. Padahal, jika warga membuang sampah ke dalam TPS di Pasar Kranggot Loader juga tidak berfungsi.

“Ini karena warga buangnya di jalan jadi harus pakai Loader, kalau buangnya di TPS kan tidak perlu Loader, intinya tidak menganggu pelayanan ke masyarakat,” ucapnya.

Sabri menambahkan, volume sampah di Pasar Kranggot sekitar 15 truk.

“Pengangkutan sampah selain dengan Loader saat ini dengan bantuan manusia untuk mengangkut ke atas truk, intinya tidak mengganggu pelayanan,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2