CILEGON, SSC – Kondisi sejumlah SPBU yang ada di Kota Cilegon yang mengalami antrean panjang tampaknya menganggu kelancaran arus lalu lintas kendaraan. Beberapa SPBU seperti di wilayah Kecamatan Merak terjadi antrean panjang. Antrean panjang ini diduga akibat terjadinya kelangkaan BBM jenis solar.
Kondisi ini pun turut menjadi sorotan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Banten yang saat ini tengah fokus untuk mengkoordinasikan kelancaran arus kendaraan penumpang yang akan menyeberang ke Pelabuhan Merak menghadapi Libur Natal dan Tahun Baru 2024.
Menurut Kepala BPTD Banten, Benny Yusuf Nurdin, antrean truk yang ada di SPBU dinilai oleh pihaknya akan menganggu arus kelancaran lalu lintas kendaraan penumpang menuju Pelabuhan Merak. Seperti pada Rabu (20/12/2023), pagi tadi, antrean di SPBU sudah terjadi. Truk, kata dia tidak lagi bergerak saat tengah melakukan pengisian solar. Bahkan antrean sudah menggunakan dua lajur. Kondisi tersebut membuat kendaraan yang keluar dari Pelabuhan Merak menuju Jakarta harus melewati jalur berlawanan.

“Coba dibayangkan seperti tadi pagi truk masih antre untuk BBM. Itu sudah mulai. Ngantrenya ngga ststiotioner, tapi sudah berhenti, dia menggunakan dua lajur. Artinya jalur dari Merak ke Jakarta sudah ke tutup, pengguna jalan menuju Jakarta otomatis mengambil jalur yang dari arah Jakarta ke Merak,” ujar Benny ditemui di kantornya.
Benny bilang, hal ini tentu akan sangat membahayakan. Selain dapat menimbulkan kepadatan hingga kemacetan juga dapat menyebabkan kecelakaan.
“Ini bahaya, selain dapat menimbulkan kepadatan dan kemacetan bisa menimbulkan kecelakaan,” paparnya.
Sebagai regulator, kata Benny, pihaknya mempunyai kepentingan untuk mengatur kelancaran arus kendaraan menuju Pelabuhan Merak saat Nataru. Pihaknya tidak menginginkan masalah antrean kelangkaan solar tersebut malah menimbulkan kemacetan di Merak. Padahal kantong-kantong parkir kendaraan di Pelabuhan Merak, aman dan terpantau landai.
“Karena kalau disini kami punya kepentingan, ini akan menganggu. Karena ini akses keluar dari pelabuhan menuju Jakarta. Kalau disini terhambat, umpamanya disini ambil dua jalur, nutup satu jalur maka ada arus yang keluar disini, jumping yang datang, maka akan terjadi stagnan. Kalau terjadi stagnan, isunya merak macet. Nataru, Merak macet. Padahal dalam kantong pelabuhan tidak masalah, yang ada masalah di luar,” ungkapnya.
Dengan kondisi itu, Benny menerangkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan telah memerintahkan jajarannya untuk membantu mengatasi masalah antrean truk di SPBU. Dalam waktu dekat juga, pihaknya akan memanggil pihak pengelola SPBU untuk dimintai keterangan terkait kelangkaan solar.
“Concern kita, koordinasi dengan pihak kepolisian paling tidak tanggal 22 Desember ini sudah clearance dan saya sudah perintahkan ke Kasi Lalin untuk memerintahkan teman- teman lapangan untuk ikut membantu disitu. Minimal jangan lagi ada truk,” paparnya
“Selanjutnya kedepan pemilik SPBU, kita akan panggil untuk kita mintai keterangan terkait Andalalin SPBU tersebut,” pungkasnya. (Ronald/Red)

