CILEGON, SSC – Rencana kenaikan sewa kios dan lapak sebesar 10 persen mendapat respon dari pedagang. Pasalnya, rencana kenaikan tersebut ditolak para pedagang. Kenaikan harga sewa dianggap sangat memberatkan pedagang.
Salah satu pedagang di Pasar Kranggot di los basah, Asep mengaku menolak rencana kenaikan harga sewa kios oleh Pemkot Cilegon. Rencana itu kata dia tidak sebanding dengan fasilitas yang ada.
“Enggak setuju lah (kenaikan harga sewa) ini. Sekarang aja fasilitas kaya begini. Sering bocor, acak-acakan dan fasilitasnya jelek. Kalau fasilitas sudah bagus dan ga bocor baru boleh naik,” kata Asep kepada Selatsunda.com,” Kamis (15/2/2024).
Ia mengungkapkan, fasilitas seperti atap los setiap hujan tiba selalu kebanjiran. Bahkan, untuk memperbaiki talang air yang jebol dan rapuh, para pedagang harus memperbaikinya tanpa adanya bantuan dari pemerintah.
“Coba saja sekarang lihat kondisinya mba. Banjir begini. Gimana nanti hujan deras ditambah plafonnya bolong-bolong begini. Untuk memperbaiki aja musti pake uang sendiri. Nah, sekarang mau naik tarif retribusinya,” ungkapnya.
Dengan kondisi ini, sambung Asep, dirinya selalu mendapatlan keluhan darl para pelangganya.
“Pelanggan ngeluh becek dan acak-acakan begini,” sambungnya.
Sementara itu, pedagang lainya , Suwandi mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku keberatan dengan rencana itu karena kondisi usahanya saat ini sulit.
Ia menerangkan, dalam setahun dia harus membayar uang sewa sebesar Rp 15 juta. Kemudian ada juga uang salar Rp 2.000 dan uang kebersihan Rp 1.000 per hari yang musti ditanggungnya. Dengan naiknya harga sewa ini justru sangat memberatkan dirinya.
“Janganlah naik harganya. Tahun ini saja ekonomi lagi susah-susahnya. Apalagi penghasilan jual sendal di sini lagi kurang baik. Jadi, kalau bisa dibatalkan aja rencana itu,” pungkasnya. (Ully/Red)

