20.1 C
New York
Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaPeristiwaHarga Beras Melejit, Pemkot Cilegon Adakan Pasar Murah di Pasar Blok F

Harga Beras Melejit, Pemkot Cilegon Adakan Pasar Murah di Pasar Blok F

-

CILEGON, SSC – Harga beras di Kota Cilegon belakangan mengalami kenaikan. Untuk menstabilkan harga, Pemerintah Kota Cilegon mengadakan pasar murah.

Hari ini, Jumat (23/2/2024), Pemerintah Kota Cilegon bersama unsur Forkopimda yakni Polres Cilegon, Kodim 0623 Kota Cilegon dan yang lainnya menggelar pasar murah di Pasar Blok F.

Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, pasar murah digelar untuk menstabilkan harga beras. Harga beras pada pasar murah, kata Helldy, dijual dibawah harga pasaran.

“Tentunya kita berkolaborasi dengan Forkopimda. Yang mana pada hari ini kita membuat pasar murah dengan beras 5 kilo klasifikasi medium dari Bulog dengan harga, Rp 54 ribu yaitu dengan 5 kilogram atau per kilo Rp 10,800,” ungkap Helldy usai meninjau kegiatan pasar murah di Pasar Blok F.

Helldy menyatakan, pihaknya telah mengecek ke lapangan bahwa beras yang dijual oleh pedagang adalah beras premium dan medium. Untuk membantu masyarakat pada kegiatan pasar murah tersebut, kata Helldy, pihaknya menyediakan beras medium.

“Yang kami bagikan tadi yang medium dan ini berlangsung sampai tanggal 10,” ucapnya.

Selain beras, Pemkot pada pasar murah juga menyediakan minyak dengan harga murah.

“Tadi minyak juga ada bantuan juga. Tadi kita jual minyak Rp 15 ribu Dari harga pasaran yang Rp 17 ribu,” tuturnya.

Ia kembali menyampaikan, bahwa pasar murah yang digelar bentuk kolaborasi berbagai pihak. Ke depan Pemkot akan kembali mengadakan pasar murah dengan mensubsidi harga sejumlah komoditas.

“Jadi itu yang kita lakukan. Kita ingin kolaborasi bersama-sama dengan Pemkot Cilegon akan mensubsidi 25 persen, bazar murah,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Cilegon, AKBP Eko Tjahyo Untoro mengungkapkan, pihaknya selama ini berkolaborasi dengan berbagai pihak melakukan operasi pasar. Untuk menyikapi kenaikan harga beras yang belakangan terjadi, pihaknya akan melakukan penelusuran ada tidaknya penimbunan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Nanti kita juga akan melakukan penyelidikan terkait masalah apakah ada penimbunan atau tidak.  Sehingga nanti tidak ada masyarakat  yang mendapatkan suatu yang menjual lewat HET,” terangnya.

Sejauh ini, kata Kapolres, belum ada indikasi penimbunan beras. Stok beras masih tergolong aman meski harga mengalami kenaikan.

“Masih belum ada (indikasi). Masih aman. Stok ada,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2