CILEGON, SSC – PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PT PCM) mengungkapkan, pertemuan Pemkot Cilegon dan pihaknya dengan investor asal Provinsi Guangdong, Republik Rakyat Tiongkok adalah langkah awal untuk menjalin kerja sama business to business (B to B). Salah satu potensi yang dapat dikerja samakan bersama adalah pembangunan Pelabuhan Warnasari.
Direktur Utama PT PCM, Muhammad Willy mengatakan, pertemuan itu baru pertemuan awal. Nanti akan ada pertemuan berikutnya untuk mendiskusikan lebih lanjut rencana kerja sama.
“Ini pasti B to B. Sebenarnya sekarang kerja operasi nanti kita lakukan atau formulanya seperti apa, nanti kita sampaikan. Karena ini kan masih tahap awal, penjajakan di awal. Pasti akan ada diskusi-diskusi lanjutan,” ucap Willy, Belum lama ini ditulis Selatsunda.com, Rabu (28/5/2025).
“Ini suatu potensi investor untuk di Warnasari. Sebernarnya itu yang ada hubungan dengan PCM, mungkin di tempat lain juga ada,” sambungnya.
Willy mengungkapkan, pertemuan tersebut baru sebatas penjajakan belum sampai membicarakan konkret bentuk kerja sama. Namun saat pertemuan pihaknya mempresentasikan
Soal rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari. Bahwa Pelabuhan Warnasari akan dibangun untuk muatan curah kering dan curah basah.
Willy mengungapkan, pihaknya pun setelah mendapat paparan investor China tersebut meyakni investor memiliki modal yang kuat. Itu dilihat dari sejumlah project yang dikerjakan di negara mereka.
“Mereka juga presentasi di daerah mereka misalnya ada airport, pabrik dan bebagai macam yang dipresentasi mereka. Kami yakin mereka punya modal yang kuat,” ucapnya
Saat ditanya akankah kerja sama itu akan membentuk perusahaan patungan, Willy menyampaikan akan dibahas nanti.
Yang pasti seperti yang disampaikan Walikota Cilegon Robinsar, bahwa ekuitas Pemkot Cilegon adalah lahan warnasari. Lahan itu diperkirakan jika ditaksir nilainya mencapai Rp 2 triliun. Perkirannya jika investor terlibat dalam pembangunan, maka mereka akan membantu dalam pembangunan fisik terminal atau pelabuhan.
“Yang seperti kami sampaikan di diskusi, kita kan menyiapkan lahan. Nanti untuk pembangunan terminal atau pelabuhan diserahkan kepada mereka. Kita kan punya lahan, sebenarnya lahan kita ada valuenya. Ada niilainya yang bisa dinilai mereka juga,” pungkasnya. (Ronald/Red)

