CILEGON, SSC – Rencana Pemerintah Kota Cilegon untuk memindahkan kabel ke bawah tanah dipastikan akan dilakukan pada Agustus 2025 ini. Pemindahan kabel ini awalnya dilakukan pada September namun karena terdapat percepatan sehingga dilakukan pada 19 Agustus 2025.
Plt Asda II Setda Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra menyampaikan percepatan pemindahan kabel bawah tanah ini untuk tahap pertama akan dimulai dari jalur protokol.
“Yang semula dikerjakan pada September ini, karena ada percepatan akhirnya dikerjakan pada Agustus ini. Mudah-mudahan dikerjakan di 19 Agustus 2025,” kata Aziz kepada Selatsunda.com saat ditemui di Kantor Walikota Cilegon,” Rabu (30/7/2025).
Aziz menjelaskan, percepatan penataan kabel bawah tanah karena proses perizinan sudah cepat selesai. Sehingga proses penataan kabel bisa dikerjakan bulan depan.
Ia menyebutkan, penataan kabel dilakukan untuk mendukung estetika kota yang saat ini tengah menjalani revitalisasi trotoar di sejumlah titik, seperti Landmark dan Cilegon Timur.
“Relokasi ini untuk mendukung penataan kota. Kabel-kabel udara yang semrawut selama ini mengganggu pandangan, apalagi ini jalur utama,” ujarnya.
Mantan Kadis PUPR ini memastikan jika penataan kabel bawah tanah tidak menggunakan APBD Kota Cilegon melainkan biaya pemindahannya dibebankan kepada provider telekomunikasi.
“Proyek ini tidak menggunakan dana APBD. Seluruh pembiayaan bersumber dari masing-masing provider telekomunikasi. Proses pelaksanaan difasilitasi oleh APJATEL (Asosiasi Pengusaha Jasa Telekomunikasi), yang menghubungkan provider dengan vendor pelaksana,” jelas Aziz.
Rencana jalur penataan kabel bawah tanah ini dimulai dari area dari pintu masuk ADB ke lampu merah PCI di arah Anyar, serta dari lampu merah Kodim ke Landmark untuk jalur arah Merak. Panjang total kabel yang akan ditanam mencapai sekitar tujuh kilometer.
“Yang semula hanya radius 100 meter dari Kodim, kini kita tambah sampai ke belakang kantor Pemda, depan Alfamart, nyambung ke Landmark,” jelasnya.
Sementara untuk tahun-tahun berikutnya, Pemkot akan kembali melakukan inventarisasi jalur lain yang juga berpotensi ditata dengan sistem kabel bawah tanah.
“Yang saat ini diprioritaskan baru kabel internet dan telekomunikasi. PLN nanti ada perlakuan khusus,” tambahnya.
Program ini sekaligus menjadi langkah awal menuju wajah baru Kota Cilegon yang lebih modern, tertib, dan nyaman dipandang, terutama di jalur protokol yang menjadi etalase kota. (Ully/Red)

