CILEGON, SSC – Sebanyak 2 calon direktur utama (dirut) BPRS Cilegon Mandiri menjalani tes wawancara, Hari ini, Kamis (4/9/2025). Tes itu dilakukan langsung oleh Walikota Cilegon, Robinsar disaksikan Ketua Tim Pansel (Panitia Seleksi) sekaligus Sekda Kota Cilegon, Maman Mauludin di ruang kerja Walikota Cilegon. Informasi yang diterima Selatsunda.com, test wawancara dimulai sekitar pukul 14.30 WIB.
Salah satu calon dirut BPRS CM, Elmansyah mengaku dicecar beberapa pertanyaan oleh Walikota Cilegon, Robinsar. Dirinya, ditanya soal pengalaman, kompetensi serta bagaimana menangani suatu masalah ketika nanti menjadi dirut BPRS CM.
“Sebetulnya terkait dengan pengalaman dan kompetensi saja. Langkah kita nanti seperti apa dalam menyelesaikan persoalan serta apakah kami bisa membuat bank ini (BPRS CM) bisa lebih baik lagi,” kata Elmansyah kepada Selatsunda.com usai tes wawancara di ruang kerja walikota Cilegon.
Elmansyah menyatakan, dengan berbagai pengalaman yang sudah dijalani selama ini, ia pun akan mampu membuat BPRS CM bisa lebih baik lagi.
“Insa Allah sih mba, apa yang ditanyakan beliau itu semuanya pernah saya alami dan sudah saya lakukan sehingga yang beliau saya bisa jawab. Dan saya yakin dengan pengalaman yang saya punya, bisa membuat BPRS CM bisa tumbuh dengan baik,” ucapnya.
Sementara itu, Walikota Cilegon, Robinsar menjelaskan, untuk hari ini, Kamis (4/9/2025) dirinya baru melakukan tes wawancara terhadap dua calon dirut BPRS CM, yakni, M Yoka Desthuraka dan Ermamsyah. Sedangkan untuk 1 calon dirtu lain bernama Samsul Hadi akan dijadwalkan ulang untuk melaksanakan tes wawancara pada Senin (8/9/2025) nanti.
“Dua orang yang hadir. 1 calon lagi karena ada halangan. Jadi dijadwalkan kembali di Senin mendatang,” ujarnya.
Robinsar menguraikan, beberapa pertanyaan yang diberikan kepada calon dirut, berkaitan dengan pengalaman hingga solusi kongkret menghadapi persoalan perbankan ketika nanti menjabat sebagai dirut.
“Penanganan seperti apa yang dilakukan untuk UMKM, mereka tahu apa tidak persoalan yang ada di Kota Cilegon serta pengembangan terhadap persoalan likuiditas, kredit macet langkah ya seperti apa,” urainya. (Ully/Red)

