20.1 C
New York
Senin, Juni 15, 2026
Beranda Peristiwa 49 Siswa Diduga Keracunan MBG, Pemkot Cilegon Kirim Sampel Makanan ke BPOM...

49 Siswa Diduga Keracunan MBG, Pemkot Cilegon Kirim Sampel Makanan ke BPOM Serang

0
433
Plt Sekda Kota Cilegon, Aziz Setia Ade diwawancara terkait dugaan siswa keracunan MBG, Senin (20/4/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cileghon mengirimkan sampel makanan bergizi gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab 48 siswa MTS Al-Inayah keracunan pada Kamis (16/4/2026), lalu.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade mengatakan, sampel MBG tersebut telah dikirim Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon ke BPOM Serang.

“Kami, dari teman-teman Dinkes, sudah mengajukan ke BPOM, sampel makanannya. Nanti dari hasilnya, tinggal menunggu dari BPOM,” ujar Aziz yang juga Ketua Satgas MBG Kota Cilegon diwawancara usai rapat di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Senin (20/4/2026).

“Ini sedang dalam proses uji lab. Kita menunggu apakah itu keracunan dan segala macam, kita menunggu hasil uji lab terlebih dahulu,” sambungnya.

Aziz mengungkapkan, pihaknya dalam menyikapi kasus tersebut akan menginventarisir seluruh SPPG di Kota Cilegon. Ia menyatakan, ada sebanyak 45 SPPG yang beroperasi di Cilegon. Dari jumlah tersebut, 9 SPPG diantaranya telah memiliki izin lengkap, 7 SPPG perizinannya masih berproses, sisanya dinyatakan masih belum lengkap.

“Kami didalam ada Satgas, menyikapi kejadian ini, kami inventarisir, ada berapa SPPG yang beroperasi, yang memiliki izin dan yang belum. Bahwa SPPG yang opersi ada 45, yang sudah memiliki izin keluar ada 9, 7 sedang berproses,” ucapnya.

Rencananya, kata Aziz, pihaknya dalam waktu dekat akan mengundang yayasan atau mitra SPPG. Agar dapat koordinsi untuk mengurus seluruh perizinan baik Sertifikat Laik Higene Sanitasi (SHLS), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan perizinan lainnya.  

“Kedepan kami akan jemput bola supaya SPPG di Cilegon agar segera menyurus perizinannya. Baik SLHS dan sebagainya, termasuk pembuatan penyediaan IPAL dan sebagainya. Rencananya minggu ini kami akan undang seluruh yayasan, termasuk mitra akan menginventarisir, apa apa saja kendala dilapangan terkait proses pengurusan izinnya,” ungkapnya.

“Karena ini merupakan hal yang sangat penting sekali untuk supaya bisa menjaga bahwa program MBG ini berjalan lancar, aman dan kami harapkan tidak ada kejadian yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (Ronald/Red)