CILEGON, SSC – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Cilegon menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VI di Aula Setda II Kota Cilegon, Kamis (11/9/2025). Hadir dalam Muscab IV itu, Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo membuka kegiatan.
Diketahui, Muscab VI telah menetapkan Erza Erdiansyah sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Cilegon untuk periode 2025-2030.
Dalam kesempatan itu, Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo memberikan pesan. Fajar menyatakan, pramuka adalah salah satu wadah untuk pembentukan karakter. Tentu untuk menerapkan itu, program perlu disesuaikan. Ia yakin dengan program pramuka yang disusun pengurus, karakter anak-anak bisa juga bisa ditingkatkan.
Ia pun berpesan agar pengurus dapat fokus membenahi intenal. Yakni Kwarcab harus memiliki bumi perkemahan dan sekretariat. Ia pun sebagai pembina akan mengupayakan agar dua fasilitas itu dapat dibantu oleh pemerintah untuk dipenuhi.
“Saya tadi berpesan, fokus dulu masalah disini. Untuk membuat program karena ini dua hal yang penting sekretariat. Bayangin ini salah satu pramuka itu kan ketika negara ini merdeka pun sudah besar, masak belum punya sekretariat. Nanti saya coba upayakan. Saya ngobrol dengan pimpinan saya yaitu kang wali mudah-mudahan bisa,” ujar Fajar usai kegiatan.
Ia pun menyampaikan agar pengurus peka dengan kondisi yang ada saat ini. Ia berharap dengan kepengurusan yang baru dapat sejalan dengan Pemkot Cilegon.
“Tapi tadi saya sampaikan tolong punya rasa peka juga, bukan berarti hibah ga cair, ga baik loh kalau hibah lebih besar daripada penyerapan anggaran. Dan ini tolong bisa sejalan lah kita dengan pemerintah enggak terlalu ego sentris,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Kota Cilegon terpilih Erza Erdiansyah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayai dirinya sebagai ketua. Dengan terpilihnya dirinya sebagai Kwarcab ini tentu akan membuat pramuka di Kota Cilegon semakin lebih baik, maju serta menjadi pramuka yang juare.
“Alhamdulillah terima kasih, saya dipercaya menjadi bagian keluarga besar pramuka Kota Cilegon. Semoga ketika saya menjadi keluarga besar pramuka Kota Cilegon bisa membawa pramuka menjadi lebih baik dan bisa menjadi pramuka yang juare,” ujarnya.
Erza menjelaskan, memang ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Yakni mewujudkan bumi perkemahan dan sekretariat.
“Yang jadi atensi yakni bumper dan sekretariat. Insa Allah kita akan follow up untuk kedua masalah ini. Karena pramuka juga dilindungi oleh Undang-Undang nomor 12 tahun 2010. Peran pemerintah kepada pramuka harus sinergi. Kedua point ini menjadi cita-cita yang cukup lama belum teralisasi,” jelasnya. (Ully/Red)

