CILEGON, SSC – Banjir di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kota Cilegon yang selama ini masih terjadi menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Untuk menangani persoalan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon berencana akan menggunakan sistem biopori atau lubang resapan.
Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin mengatakan, rencana pembuatan biopri di JLS menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan banjir. Selain untuk menampung luapan banjir, kata Sabri, biopori juga untuk menjaga resapan.
“Pertama selain berfungsi untuk menampung air, juga menjaga kondisi air tanah dibawahnya. Kita menampungnya,” ujar Sabri Belum lama ini ditulis Selatsunda.com, Selasa (30/9/2025).
Selama ini memang banjir di wilayah tersebut kerap tidak tertangani. Bahkan luapan banjir mengenangi jalan karena gorong-gorong tidak tertampung.
“Memang air untuk mengalir sangat jauh, ke jembatan jauh, ke aliran di PCI juga jauh sehingga menggenang di JLS,” terangnya.
Menurut Sabri, pembuatan biopori ini bisa menjadi solusi menangani banjir. Rencananya biopori akan dibuat dengan ukuran 1,5 meter persegi dengan kedalaman 2 meter. Nanti pada sistem tersebut, dibuatkan lubang biopori.
“Ini bentuknya kotak, nanti bioporinya dilubangi agar ada resapan ke tanah,” ucapnya.
“Nanti kita akan mencoba dengan lubang biopori, kemudian air masuk, ditampung dulu dalam lubang biopori. Nanti setelah level selesai, maka nanti akan mengalir ke biopori baru kegorong-gorong,” sambungnya.
Lubang resapan tersebut, kata Sabri, rencananya akan dibuat di 10 titik. Rencana Pembuatan biopori itu akan ditempatkan di JLS tepatnya sebelum Jembatan Cigeblak.
“Di awal kita rencana, dengan tes 10 titik, kita coba. Di sebelah kiri JLS,” terangnya.
Penanganan banjir dengan sistem biopori, kata Sabri, telah diterapkan di DKI Jakarta.
Terkait pembuatannya, kata Sabri, saat ini pihaknya tengah berdiskusi dengan salah satu industri di Cilegon. Pembuatan biopri tidak dengan menggunakan APBD. Sabri berharap, rencana biopori tersebut dapat menjadi jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan banjir di JLS.
“Dari industri mau bantu, kita sedang diskusikan ini. Tidak menggunakan APBD,” pungkasnya. (Ronald/Red)

