20.1 C
New York
Minggu, Mei 24, 2026
Beranda Peristiwa Eksotisme Pantai Sawarna Lebak, Pasir Putih-Pesona Karang Hingga Ombak Besar untuk Peselancar

Eksotisme Pantai Sawarna Lebak, Pasir Putih-Pesona Karang Hingga Ombak Besar untuk Peselancar

Eksotisme Pantai Sawarna Lebak, Pasir Putih-Pesona Karang Hingga Ombak Besar untuk Peselancar

0
381
Wisatawan mengunjungi Pantai Karang Bokor, Desa Sawarna Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (8/11/2025). Foto Ronald/Selatsunda.com

LEBAK, SSC – Deburan ombak dan pasir putih menjadi incaran wisatawan saat berkunjung ke Pantai Sawarna, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Di Desa Sawarna terdapat sejumlah pantai yang menjadi permata untuk wisatawan. Mulai dari Pantai Legon Pari, Pantai Pasir Putih, Pantai Ciantir, Pantau Tanjung Layar, Pantai Karang Bokor, Pantai Gua Langit dan Pantai Pulau Manuk.

Seperti di Pantai Ciantir dengan hamparan pasir putih dan deburan ombak dan pemandangan laut lepas sangat ke memanjakan mata.

Ada juga Pantai Karang Bokor. Di Pantai ini, wisatawan dapat menikmati pemandangan karang dengan deburan ombak yang mempesona.

Pantai Karang Bolong dengan wisata batu karangnya

Begitu pun di Pantai Tanjung Layar. Di Pantai tersebut terdapat keajaiban yakni dua batu karang besar yang menjadi magnet wisatawan.

Tidak itu saja, melalui akses Pantai Tanjung Layar, wisatawan juga dapat ke Pantai Karang Malang.  Pantai ini menjadi incaran peselancar karena dikenal dengan ombak yang besar hingga 4 meter.

Kepala Desa Sarwana, Iwa Sungkawa mengatakan, Pantai Sawarna sudah menjadi ikon wisata di Kabupaten Lebak. Pantai Sawarna dikenal karena daya tarik wisata dan keunikan dan keindahan alamnya. Seperti di Pantai Tanjung Layar, terdapat dua batu karang yang indah dan menakjubkan. Kemudian Pantai Sawarna juga memiliki keindahan pasir putih dan menjadi destinasi wisatawan mancanegara untuk berselancar.

“Pantai Tanjung Layar ini ada keajaiban, ada dua karang, di depannya ada penyangganya, itu yang menahan (ombak). Itu seolah-olah sudah disiapkan. Sekalipun datang deburan ombak keras pun, datang kesana landai,” ujar Iwa kepada media di Pantai Ciantir, Sabtu (8/11/2025).

Wisatawan tengah berwisata di Pantai Ciantir, Desa Sawarna

“Sawarna juga adalah tempat untuk main surfing wisatawan mancanegara. Kemudian Sawarna juga dengan pantai berpasir putih,” sambungnya.

Iwa mengungkapkan, Pantai Sawarna menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat Desa Sawarna. Hampir kurang lebih 99 persen pelaku usaha yang ada di Pantai Sawarna adalah masyarakat Desa Sawarna.

“Yang paling besar ini peran masyarakat terhadap dunia parawisata. Disini pelaku 99 persen adalah masyarakat Sawarna,” ucapnya. 

Dengan keindahan alam ini, kata Iwa, Pantai Sawarna pada 2024 menoreh penghargaan. Desa Sawarna mendapatkan juara I pada Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) yang diadakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Iwa menyatakan, Desa Sawarna juga pada tahun 2025 ini mengikuti Wonderful Indonesia yang digelar Kementerian Pariwisata. Saat ini, Desa Sawarna masuk 15 desa terbaik dengan kategori daya tarik wisata.

“Desa Sawarna mendapat Juara I pada Lomba Desa Wisata Nusantara. Tahun ini ikut Indonesia Wonderful World, 2025 yang sudah masuk kategori 15 terbaik desa wisata dalam kategori daya tarik wisata.

“Harapan kami, agar Sawarna dapat terus didengungkan agar dapat  dilihat oleh wisatawan domestik dan mancanegara,” ucapnya.

Sementara, Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD)  Sawarna, Hasan Sadeli mengatakan, destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan untuk berselancar di Sawarna adalah Pantai Karang Malang. Di pantai tersebut tepatnya di bulan Juni hingga Agustus, ombak bisa mencapai 4 meter.

“Destinasi untuk peselancar itu di dekat di Pantai Tanjung Layar, itu di Pantai Karang Malang. Itu banyak dikunjungi wisatawan asing karena ombaknya cukup bagus. Kalau dibandingkan dengan pantai lain, disituu ombak cukup tinggi, bisa sampai 4 meter,” ucapnya.

Sadeli yang juga merupakan Humas BUMDes Sawarna ini berharap agar infrastruktur di Sawarna yang belum memadai dapat diperbaiki oleh pemerintah. Karena kemajuan pariwisata suatu daerah bergantung pada infrastrukturnya.

“Tujuannya untuk masyarakat maju, yang berdampak besar dari infrastruktur. Mudah-mudahan dengan perbaikan infrastrutur dari tingkat Provinsi hingga Pusatnya, supaya Sawarna bisa mendunia,” pungkasnya. (Ronald/Red)