CILEGON, SSC – Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop dan UKM) Kota Cilegon telah selesai melaksanakan kegiatan Pengelolaan DAK Nonfisik PK2UKM 2025. Kegiatan yang dilaksanakan mulai dari akhir Mei 2025 sampai dengan Akhir November 2025 ini diadakan untuk meningkatkan kapasitas koperasi dan usaha kecil menengah.
Kepala Dinkop dan UKM Kota Cilegon, Didin Maulana melalui Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Cilegon, Heryati mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan skema berjenjang dari mulai pelatihan Dasar, Pelatihan Teknis sampai dengan inkubasi bisnis.
Untuk Pelatihan Dasar dengan jumlah 300 Usaha Mikro meliputi Pelatihan Kewirausahaan, Akses dan Literasi Keuangan, Akses Pemasaran dan Manajerial.
Sementara Pelatihan Teknis dengan jumlah 300 Usaha Mikro. Pelatihan ini peserta akan menerima sertifikat dan ada juga sertifikat dari BNSP ( Badan Nasional Sertifikasi Profesi), pelatihan tersebut meliputi SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia).
“Antara lain Pengolahan Kopi/Barista, Laundry, Menjahit, AC (Air Conditioner), Pengelasan, Koperasi Simpan Pinjam, dan Design Grafis serta Pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan,” ujar Heryati, Senin (15/12/2025).
Heryati mengungkapkan, dari jumlah 300 usaha mikro yang sudah mengikuti pelatihan dasar dan pelatihan teknis dilakukan seleksi. Dari jumlah tersebut dipilih 50 usaha mikro yang akan diikutkan ke inkubasi binis.
“50 usaha mikro yang terpilih yang memiliki motivasi dan komitmen tinggi, produk atau jasa sudah berjalan, potensi pasar yang jelas, kemauan belajar dan terbuka terhadap perubahan, keunikan atau nilai tambah produk, kesiapan untuk berkembang, kegalitas dasar atau kesiapan mengurus legalitas usaha, dan Komitmen waktu mengikuti inkubasi,” paparnya.
Tahapan akhir 50 usaha mikro di ikutkan bussines matching yang dilaksanakan pada akhir bulan November 2025, dimana business matching Adalah kegiatan mempertemukan para pelaku usaha mikro dengan calon mitra bisnis potensial. “(calon mitra bisnis potensial) baik pembeli, distributor, investor, supplier, atau perusahaan besar/industry, perbankan, koperasi, rumah sakit dan hotel dalam acara yang terstruktur untuk menjajaki kolaborasi, memperluas jaringan, dan membuka peluang pasar baru, dengan tujuan saling menguntungkan dan mengakselerasi pertumbuhan bisnis,” pungkas Heryati. (*/Red)





