20.1 C
New York
Minggu, Mei 3, 2026
Beranda Peristiwa Pengurus Dekranasda Cilegon Dilantik, Tinawati Andra Soni Beri Pesan Ini

Pengurus Dekranasda Cilegon Dilantik, Tinawati Andra Soni Beri Pesan Ini

0
250
Pelantikan Pengurus Dekranasda Kota Cilegon masa bakti 2025-2030 , Jumat (19/12/2025). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pelantikan Pengurus Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional) Kota Cilegon masa bakti 2025-2030 digelar di Aul Setda II Pemkot Cilegon, Hari ini, Jumat (19/12/2025). Kepengurusan Dekranasda Cilegon yang diketuai oleh Istri Walikota Cilegon, Alfi Rizki Agnia Robinsar dilantik Ketua Dekranasda Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni. Pelantikan turut dihadiri oleh Walikota Cilegon, Robinsar.

Ketua Dekranasda Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni meminta kepada pengurus dan Ketua Dekranasda Cilegon yang baru dilantik ini harus bisa mengakselerasi potensi industri kreatif di Kota Cilegon. Menurutnya, peran Dekranasda sangat krusial dalam mendampingi pelaku UMKM dan IKM. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan daya beli masyarakat dan menekan angka pengangguran.

“Ekonomi tidak bisa tumbuh begitu saja. Perlu pembinaan aktif dan kegiatan kemasyarakatan yang mampu meningkatkan daya beli. Saya berharap Ketua Dekranasda Cilegon yang baru segera melakukan akselerasi. Saya juga minta agar pengurus Dekranasda Cilegon dapat membantu IKM dan UMKM memiliki HAKI, pasarkan produk melalui digital dan bisa berkaloborasi dengan semua pihak,” kata Tinawati Andra Soni ditemui usai pelantikan, Jumat (19/12/2025).

Lebih lanjut, Tinawati mengharapkan, Dekranasda Cilegon bisa  mendorong IKM dan UMKM bisa mengantongi perlindungan hukum atas kekayaan intelektual (merek, hak cipta dan legalitas milik UMKM.

“Tadi ada pelaku UMKM yang membatik dengan desain baru. Itu harus didukung untuk didaftarkan HAKI-nya. Saat ini sudah ada 16 produk yang terdaftar, dan ini harus terus ditambah untuk melindungi karya asli perajin kita,” lanjut Tinawati.

Istri dari Politikus Partai Gerindra ini mewanti-wanti agar pelaku usaha tidak “tenggelam” karena gagal beradaptasi. Penggunaan media sosial dipandang sebagai kewajiban agar produk lokal Cilegon bisa dikenal hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

“Pemasaran lewat platform digital harus berkelanjutan. Sekarang jualan bisa dari rumah, tapi pelaku UMKM perlu dilatih agar cara pemasarannya tepat sasaran. Kita harus adaptif, jika tidak, kita akan tergerus oleh produk luar,” pungkasnya. (Ully/Red)