20.1 C
New York
Minggu, Mei 24, 2026
Beranda Peristiwa Tangani Antrean di Pelabuhan Merak Dampak Cuaca Buruk, Ditjen Hubdat Jalankan Delaying...

Tangani Antrean di Pelabuhan Merak Dampak Cuaca Buruk, Ditjen Hubdat Jalankan Delaying Sistem dan Kerahkan Kapal Besar

0
565

CILEGON, SSC – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan tengah mengambil langkah strategis dalam menangani antrean panjang kendaraan yang menuju ke Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten sejak tanggal 18 Desember 2025.

Diketahui, antrean kendaraan tersebut terjadi dikarenakan adanya cuaca ekstrem gelombang tinggi  dan angin kencang di perairan Selat Sunda.

Kondisi tersebut mengganggu kegiatan operasional penyeberangan, sehingga kapal mengalami kesulitan untuk bersandar di dermaga dan proses bongkar muat tidak dapat berjalan optimal.

Selain faktor cuaca ekstrem, peningkatan signifikan demand pengguna jasa penyeberangan terjadi khususnya untuk kendaraan angkutan logistik, hal ini turut menambah peningkatan volume kendaraan menuju Pelabuhan Merak.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan mengatakan, Ditjen Perhubungan Darat dengan bekerja sama dengan pihak kepolisian, BPTD Kelas II Banten, KSOP Kelas I Banten dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoptimalkan pengaturan delaying system, buffer zone dan penyekatan kendaraan demi mengutamakan aspek keselamatan penyeberangan. Untuk mengurai antrean, pemerintah melakukan penambahan kapal berkapasitas besar.

“Untuk mengurai kepadatan sendiri telah dilakukan penambahan kapal berkapasitas besar pada tiap-tiap dermaga sejak tanggal 18 Desember 2025 dini hari,” ujar Aan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Selatsunda.com, Minggu (21/12/2025).

Langkah penanganan, Kata Aan, juga diambil dengan menerapkan delaying sistem. Saat terjadi gangguan cuaca ekstrem.

“Serta dilakukan delaying sistem pada saat terjadi gangguan cuaca pada level peringatan Dini I dan Peringatan  Dini II,” terangnya.

Selama terjadi delaying sistem dampak dari cuaca buruk, kata Aan, operator pelabuhan yakni PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjamin tiket pengguna jasa tetap berlaku dan tidak expired.

Ia mengungkapkan, Ditjen Hubdar terus melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan keselamatan dan kelancaran angkutan penyeberangan khususnya Lintas Merak – Bakauheni.

“Ditjen Perhubungan Darat mengimbau masyarakat sebelum melakukan perjalan untuk memantau secara berkala informasi mengenai potensi cuaca ekstrem pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko keselamatan perjalanan,” pungkasnya. (Ronald/Red)