20.1 C
New York
Minggu, Mei 24, 2026
Beranda Peristiwa Rapat Pleno, Pengurus Hingga Ormendi Sepakati Ratu Amalia Hayani Jadi Plt Ketua...

Rapat Pleno, Pengurus Hingga Ormendi Sepakati Ratu Amalia Hayani Jadi Plt Ketua Golkar Cilegon

0
198
DPD II Partai Golkar telah memutuskan Anggota DPRD Banten, Ratu Amalia Hayani menjadi Plt Ketua Golkar Cilegon. Keputusan ini ditetapkan saat Rapat Pleno di Kantor DPD II, Sabtu (23/5/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Sebanyak 36 pengurus baik pengurus DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Cilegon, Pengurus Kecamatan (PK) dan organisasi pendiri dan didirikan (ormendi) menyepakati Anggota DPRD Provinsi Banten, Ratu Amalia Hayani menjadi Plt Ketua Golkar Cilegon. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Pleno DPD II Partai Golkar Cilegon yang diselenggarakan di Kantor DPD II, Sabtu (23/5/2026).

Pimpinan Rapat Pleno DPD II Partai Golkar Cilegon sekaligus Sekretaris DPD II Golkar Cilegon, Mohammad Nasir mengatakan, penetapan Ratu Amalia menjadi Plt Ketua menggantikan Ketua Golkar Cilegon Sebelumnya, Ratu Ati Marliati telah diputuskan sesuai mekanisme partai.

“Alhadulillah, sesuai mekanisme organsasi yang berhak memberikan kehadiran rapat pleno sesuai AD ART adalah itu sebanyak 39 orang ditambah dengan ormendi. Alhamdulillah ormendi hadir semua, dari 39 itu yang tidak hadir itu ada 3,” ujar Nasir.  

“Jadi sesuai mekanisme organisasi, ini sudah kuorum dan keputusannya alhamdulillah secara aklamasi, kita mengusulkan, ini baru usulan,  walaupun kita putuskan disini, tetap kita usulkan ke DPD I Golkar Provinsi Banten sebab yang memberi SK itu Provinsi Banten,” sambungnya.

Digelarnya rapat pleno, kata Nasir, karena Ratu Ati Marliati menyatakan mengundurkan diri sebagai ketua.

“Jadi Ibu Amel diberikan tugas untuk menjadi Plt Ketua DPD Partai Golkar Cilegon paska Ibu Ketua DPD (Ratu Ati Marliati) mengundurkan diri pada tanggal 27 April kemarin,” ungkapnya.

Nasir tidak menampik, alasan Ratu Ati mengundurkan diri karena mengikuti seleksi jabatan komisaris independen salah satu BUMD Kota Cilegon.

“Secara faktual seperti itu, syarat untuk menjadi komisaris itu kan, syaratnya kan tidak boleh menjadi pengurus partai,” terangnya.

Mengenai penetapan ketua definitif, kata Nasir, mekanisme itu nanti akan ditempuh setelah DPD I mengeluarkan surat keputusan penetapan Plt Ketua. Karena penetapan ketua definitif harus melalui musyawarah daerah luar biasa (musdalub).

“Untuk penentuan (Ketua) definitif itu harus ada musdalub. Persoalan musdalub-nya kapan, kita tunggu SK dari DPD Provinsi dulu,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Ketua Partai Golkar Cilegon, Ratu Amalia Hayani mengatakan, penetapan dirinya menjadi Plt Ketua sudah dijalankan sesuai mekanisme partai.

“Mekanisme sudah ditempuh, dan rapat pleno dihadiri hampir seluruh pengurus yang punya suara. Jadi mekanisme sudah ditempuh, hasil pleno ini disampaikan ke ketua DPD I Golkar Banten,” ungkapnya.

Anggota DPRD Banten yang kerap disapa Amel ini menyatakan, akan melanjutkan program yang telah dijalankan Ratu Ati Marliati. Selain saat ini akan menyiapkan Kegiatan Hari Raya Idul Adha untuk masyarakat, Amel juga akan menyusun agenda lainnya termasuk mempersiapkan agenda Musdalub untuk menetapkan ketua definitif.

Ia mengaku juga akan melakukan konsolidasi internal memastikan program berjalan dengan baik.

“Yang saya sampaikan tadi (saat Rapat Pleno), menjelang Idul Adha, kurban, Partai Golkar untuk masyarakat setempat, kemudian kedua muscam. Kemudian raker, kemudian untuk menyusun agenda, mengatarkan ketua definitif dan paling dekat HUT Partai Golkar,” pungkasnya. (Ronald/Red)