20.1 C
New York
Kamis, April 30, 2026
Beranda Peristiwa Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Kembali Terjadi di Cilegon, Siswi Magang Hotel Jadi...

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Kembali Terjadi di Cilegon, Siswi Magang Hotel Jadi Korban

0
313
Foto Ilustrasi

CILEGON, SSC – Kasus dugaan pelecehan seksual kembali terjadi di Kota Cilegon. Kali ini, seorang siswi SMA yang tengah magang di Greenotel menjadi korban dugaan pelecehan seksual dengan cara verbal oleh dua pegawai di hotel tersebut.

Peristiwa itu terjadi saat korban menjalani PKL selama dua bulan di hotel itu. Korban yang enggan menyebutkan identitasnya mengatakan, awalnya dia dilecehkan oleh pengawai berinisial AR yang bekerja di bagian food and beverage (F&B) service. Terduga pelaku, kata korban, kerap melontarkan kata-kata yang tidak pantas yang mengarah pada pelecehan fisik.

“Dia setiap ketemu saya selalu mengomentari fisik saya, terutama bagian sensitif, bahkan di depan teman-teman saya,” ungkap korban, Selasa (7/4/2026).

Atas peristiwa itu, korban mengaku malu dan tidak nyaman menjalani PKL. Hubungan korban dengan rekan sesama PKL lainnya juga terdampak.

“Teman-teman jadi berubah, sering membicarakan saya di belakang. Saya jadi takut dan risih,” paparnya.

Tidak hanya perlakuan pelecehan seksual secara verbal, korban, juga pernah mengalami kontak fisik yang tidak diinginkan. Saat kondisi sepi, pelaku disebut beberapa kali memegang dan meraba tangannya.

Korban mengaku, tidak kuasa menahan perlakuan tersebut. Ia pun kemudian melaporkan perilaku tidak senonoh itu kepada salah satu atasan di bagian dapur hotel. Hanya saja setelah dilaporkan, sekiap terduga pelaku tidak berubah.

Ia juga menuturkan, pelecehan lain juga dirinya rasakan dari pegawai lain.  Ia juga diduga dilecehkan oleh pegawai inisial FS. Korban mengaku disodori kondom secara langsung di hadapan rekan-rekannya saat sedang bekerja.

“Dari banyak teman, hanya saya yang disodori. Saya menghindar, tapi dia terus mengikuti sampai ke office,” paparnya.

Rentetan peristiwa itu membuat korban mengalami depresi. Setiap bertemu dengan terduga pelaku, korban merasa ketakutan. “Saya jadi takut, malu, dan tidak nyaman berada di lingkungan kerja,” terangnya. (Ronald/Red)