CILEGON, SSC – Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Ke-128 yang dijalankan Kodim 0623 Kota Cilegon tidak hanya menyasar pada pembangunan infrastruktur fisik. Namun juga konsen terhadap kesehatan lingkungan masyarakat.
Salah satu yang dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat dengan menghadirkan inovasi alat pembakar sampah (insinerator) ramah lingkungan di lokasi sasaran.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Selasa (19/05/2026), proses uji coba alat pengolahan sampah tersebut berjalan sukses. Mesin pembakar modern ini mulai dioperasikan untuk mereduksi tumpukan sampah domestik yang selama ini menjadi persoalan warga setempat.
Uji coba alat tersebut dihadiri langsung oleh Dansatgas TMMD 128 Kodim 0623 Kota Cilegon Letkol Inf Imam Buchori serta didampingi oleh Kabid Dinas LH Pemerintah Kota Cilegon.
Dibalik operasi mesin insenerator ini, tampak warga turut serta menyortir tumpukan sampah bersama personel TNI untuk kemudian dimasukkan ke dalam ruang bakar.
Kehadiran pihak pemerintah daerah di lokasi menegaskan adanya kolaborasi dan sinergi yang kuat demi memastikan fasilitas yang dibangun tepat guna dan berkelanjutan.
Dansatgas TMMD Imam Buchori menyatakan, pengadaan alat pengolahan sampah ini merupakan bagian dari sasaran tambahan fisik yang bersifat solutif.
”Alat ini dirancang khusus agar proses pembakaran meminimalisir polusi udara berlebih. Asap yang keluar dikontrol sedemikian rupa (berwarna putih tipis) sehingga aman bagi lingkungan sekitar. Ini adalah langkah konkret Satgas TMMD 128 Kodim 0623/Clg dalam memberikan edukasi pengelolaan sampah yang sehat bagi masyarakat,” ungkap Imam yang juga Dandim Cilegon.
Sementara, Kabid Dinas LH mewakili Pihak Pemerintah Kota Cilegon yang hadir turut mengapresiasi terobosan dari Kodim 0623/Cilegon ini. Pihaknya berjanji akan terus mendampingi warga dalam hal pemeliharaan alat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, bahkan setelah program TMMD ke-128 ini resmi ditutup.
Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam TMMD 128 Kodim 0623/Clg kali ini membuktikan bahwa pembangunan desa di era modern harus berjalan selaras dengan kelestarian alam dan kebersihan lingkungan demi masa depan generasi yang lebih sehat.
Melalui program ini, masyarakat setempat diharapkan tidak lagi membuang sampah sembarangan atau membakarnya secara konvensional yang dapat merusak kualitas udara. (Ronald/Red)





