CILEGON, SSC – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon pada Tahun 2026 akan melakukan rehabilitasi sarana dan prasarana (sarpras) puluhan sekolah baik sekolah dasar negeri (SDN) maupun sekolah menengah pertama negri (SMPN) di Kota Cilegon. Rehabilitasi ini dilakukan karena sarpras mengalami kerusakan sedang.
Kepala Bidang SD dan SMP pada Dindikbud Kota Cilegon, Suhanda mengatakan, untuk tahun ini rehabilitasi sarpras SDN dan SMPN yang akan dilakukan pihaknya yakni pembangunan baru dan rehab ruang kelas, pemeliharaan toilet, pembangunan toilet baru.
Untuk rehab ruang kelas dan toilet SDN ada sebanyak 21 sekolah. Untuk pembangunan ruang kelas baru dan toilet baru sebanyak 14 sekolah.
“Untuk tahun 2026, Dindik akan melaksanakan rehabilitasi baik itu untuk ruang kelas maupun toilet. Untuk SD akan ada sebanyak 9 sekolah yang kita rehab ruang kelas, rehab toilet ada sebanyak 12 sekolah. Kemudian selain rehab kelas dan toilet, pembangunan untuk ruang kelas baru ada 7 sekolah untuk SD dan pembangunan toilet baru akan ada 7 sekolah,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Sementara untuk pembangunan ruang kelas baru SMPN, kata Suhanda, ada sebanyak 3 sekolah. Kemudian pembangunan toilet baru 9 sekolah.
“Untuk SMP akan ada pembangunan untuk ruang kelas di SMP 12, SMP 14, dan SMP 11 dan kemudian toilet cukup banyak pembangunannya (baru) ada SMP 11, SMP 12, SMP 2, SMP 3, SMP 4, SMP 7, SMP 14, SMP 15, ada 9 sekolah. Untuk rehab ruang kelas SMP ada di 3 sekolah,” ungkapnya.
Dari survei yang dilakukan pihaknya, kata Suhanda, sekolah yang diperbaiki tersebut tergolong mengalami kerusakan sedang. Kondisi sarana dan prasarana telah termakan usia maka perlu segera untuk diperbaiki.
“Sejauh ini kerusakan itu lebih kepada atap, jendela, jadi struktur kategori aman. Jadi masuk dalam kategori sedang, cuman memang sedangnya cukup agak parah, ini harus diperbaiki,” paparnya.
Pihaknya dalam memperbaiki sarpras sekolah juga bermaksud untuk memenuhi standar pelanyanan minimum (SPM) yang ditetapkan.
“Disini kan ada rehab toilet ada untuk pembangunan. Untuk pembangunan itu dalam rangka untuk pemenuhan SPM. Satu tolilet itu untuk laki-laki 20 anak, untuk perempaun itu 1 dibanding 15 anak,” terangnya.
Dalam menjadikan sekolah berperilaku hidup sehat, diakui Suhanda, jumlah toilet sekolah harus ideal dengan jumlah murid. Menurutnya, saat ini toilet SDN dan SMPN di Cilegon masih perlu lebih banyak untuk disediakan.
“Kalau sekolah hidup sehat, salah satu indikator memiliki toilet. Tetapi keberadaan toilet setiap sekolah, masih cukup banyak yang harus dipenuhi. Untuk menjadi sebuah toilet menjadi ideal dibanding jumlah siswanya. Kalau dihitung dengan rasio, rehab itu hanya memperbaiki. Sudah ada, tetapi dibenahi supaya lebih layak digunakan untuk anak-anak kita,” paparnya.
Dalam pembangunan sarpras SDN dan SMPN, Suhanda menjelaskan, pihaknya menyiapkan anggaran yang cukup besar. Untuk Rehab SDN sebesar Rp 11,6 miliar dan SMPN sebesar Rp 6,8 miliar.
“Sementara untuk pembangunan toilet baru SMP Rp 1,1 miliar untuk 7 sekolah. Untuk pembangunan toilet baru SD Rp 1,1 miliar untuk 8 sekolah,” pungkasnya. (Ronald/Red)





