20.1 C
New York
Senin, Mei 25, 2026
Beranda Peristiwa DPRD Cilegon Minta Pemkot Tangani Serius Kasus Ledakan di Pabrik PT MCCI

DPRD Cilegon Minta Pemkot Tangani Serius Kasus Ledakan di Pabrik PT MCCI

0
60
Anggota DPRD Kota Cilegon, Faturohmi diwawancara media pasca insiden ledakan di PT MCCI, Senin (25/5/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Insiden ledakan yang terjadi di Pabrik PT Mitsubishi Chemical Indonesia (PT MCCI) yang berlokasi di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Anggota DPRD Kota Cilegon, Faturohmi.

Anggota DPRD Cilegon Fraksi Gerindra ini mengaku merasakan peristiwa ledakan tersebut. Faturohmi yang rumahnya tidak jauh dari lokasi mengaku, mendengar suara ledakan disusul bunyi sirine. Tak hanya suara ledakan, bau asap putih juga dirasakannya menyengat.

“Peristiwanya tadi saya rasakan sendiri sekitar jam 15.00 WIB sore, itu ada suara ledakan disisul bunyi sirine. Kemudian ada bau menyengat persis seperti pada saat kala tidak salah Chandara Asri bocor, baunya seperti oli atau ban yang terbakar,” ucapnya saat di temui awak media di depan pabrik, Senin (25/5/2026).

Adanya insiden tersebut, kata Faturohmi menjadi kekhawatiran masyarakat. Maka dari itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemkot Cilegon untuk melakukan langkah-langkah penanganan serius. Kepada Dinas Kesehatan Cilegon, ia meminta agar mengecek kesehatan maskarakat yang terdampak. Sementara Dinas Lingkungan Hidup Cilegon, ia pun meminta agar melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kejadian tersebut.

“Ini tentu menjadi kekhawatiran kita akan dampak terhadap masyarakat sekitar. Maka tadi kita koordinasi dengan Pemkot Cilegon, dinas kesehatan kita minta untuk segera cek kesehatan masyarakat tentu menggandeng pihak perusahaan,” ujarnya.

“Kedua tentu dari dinas lingkungan hidup, Pak Kadis LH (Sabri Mahyudin) sudah kita konfirmasi agar segera melakukan cek dilapangan, memastikan ini ledakan apa, sumber dari mana, memastikan bahannya berbahaya atau tidak bagi lingkungan,” sambungnya.

Faturohmi sangat menyayangkan kejadian ledakan pabrik kembali terjadi di Kota Cilegon. Rentetan peristiwa pernah terjadi saat Pabrik PT MCCI meledak di 2022 lalu. Kemudian terjadi kembali di PT Vopak Merak, tahun lalu. Serta saat ini kembali terjadi ledakan di pabrik PT MCCI.

Faturohmi pun meminta agar ada evaluasi serius dilakukan Pemkot Cilegon. Pihaknya memastikan lewat Pemkot agar dapat meminta pertanggungjawaban perusahaan bilamana terdapat gangguan kesehatan.

“Kami tentu menyayangkan untuk peritiwa ini, karena ini kesekian kalinya. Karena beberapa tahun lalu terjadi ledakan yang sama, sehingga kekahawatian masyarakat sangat tinggi. Kita minta ada evaluasi dari pemerintah daerah yang serius. Kemudian, ada teguran dari pihak terkait khususnya dinas lingkungan hidup. Kita memastikan pemerintah untuk perusahan bertanggung jawab, apabila ada gangguan kesehatan masyarkat sekitar,” ucapnya.

“Karena arah anginnya ke area pemukiman penduduk, ini harus disikapi serius pemeirnah daerah,” sambungnya.

Ia berharap, tidak ada lagi peristiwa ledakan pabrik di Cilegon. Karena pihaknya tidak menginginkan masyarakat yang menjadi korban.

“Jangan sampai itu, masyarakat jadi korban, itu yang penting kita sikapi,” ungkap Faturohmi seraya menjelaskan dirinya mendapat kabar terdapat masyarakat yang menjadi korban dan dibawa ke puskesmas terdekat. (Ronald/Red)