20.1 C
New York
Kamis, Juni 25, 2026
Beranda Hukrim Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Perumahan Cilegon, Polisi Telusuri CCTV Sekitar Lokasi

Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Perumahan Cilegon, Polisi Telusuri CCTV Sekitar Lokasi

0
41
Kantor Satreskrim Polres Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Penemuan bayi perempuan di Kompleks Perumahan Metro Cilegon, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon pada Sabtu (20/6/2026) diselidiki Satreskrim Polres Cilegon.

Saat ini, Satreskrim Polres Cilegon tengah memburu pelaku yang tega membuang bayi yang mulutnya dilakban tersebut.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama menjelaskan kronologis penemuan bayi tersebut awalnya berdasarkan laporan dari masyarakat. Laporan itu langsung ditindak lanjuti pihaknya dan mengamankan bayi tersebut.

“Setelah melakukan pengamanan terhadap bayi, mulut dalam keadaan terlakban dan sudah dilepaskan oleh masyarakat. Dari situ terrindikasi, bayi ini dibuang ngga mungkin terjatuh, karena dilihat dari lakban yang dipasang supaya bayi tidak menangis,” ujar Kasat Reksrim Yoga, Kamis (25/6/2026).

Dalam mendalami kasus pembuangan bayi tersebut, kata Kasat Reskrim Yoga, pihaknya melakukan penyelidikan. Salah satu upaya lidik dengan mengecek CCTV di sekitar lokasi penemuan.

“Kita sudah melakukan trace, CCTV dari dan tempat menuju ditemukannya bayi tersebut supaya mengetahui pelaku pembungannya,” ucapnya.

Ia menyatakan, pengumpulkan alat bukti CCTV tersebut untuk mengungkap pelaku yang membuang bayi tersebut. Karena dari saksi yang diminta keterangan, tidak banyak yang tahu siapa pelakunya.

“(Warga) tidak begitu tahu dan tidak bisa menjelaskan, siapa yang lewat di lokasi. Tetapi tetap kita dalami. Namanya jalan, siapapun bisa berjalan disitu. Kami berharap, ke masyarakat  kalau ada informasi, tolong sampaikan kepada kami,”ucapnya.

Ditanya apakah mulut bayi dilakban diduga terdapat upaya pelaku untuk menghilangkan, kata Yoga, hal itu baru asumsi. Yang jelas, nanti kasus akan terungkap jika pelaku pembuangan bayi ditemukan. Meskipun begitu, upaya untuk menutup saluran napas bayi dengan lakban diduga terdapat upaya percobaan pembunuhan.

“Namanya asumsi, bisa seperti itu. Yang bisa menjawab, nanti, siapa yang membuang. Jadi harapannya kita temukan pelaku pembuang bayi, disitu baru kita tahu,” terangnya.

“Tapi dari fakta-fakta yang terjadi ketika mulut itu tertutup, bayi itu menangis saat ditemukan, kami menganggap sudah ada percobaan,” sambungnya.

Saat ini, kata kasat bayi dalam kondisi baik. Bayi tersebutsudah ditangani Dinas Sosial Kota Cilegon.

“Yang penting bayi sekarang ditangan diengan baik, negara hadir memberi ketenangan. Dalam arti negara bekerja, melakukan penanganan dengan cepat,” pungkasnya. (Ronald/Red)