20.1 C
New York
Jumat, Juli 17, 2026
Beranda Pemerintahan Komisi IV DPRD Cilegon Nilai Aplikasi Super Apps Cilegon Juare Belum Optimal,...

Komisi IV DPRD Cilegon Nilai Aplikasi Super Apps Cilegon Juare Belum Optimal, Pengunduh Baru 5 Ribuan

0
121
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Cilegon, Aflahul Aziz diwawancara usai kunjungan kerja ke Kantor Diskominfo Cilegon, Rabu (15/7/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Komisi IV DPRD Kota Cilegon menilai program Aplikasi Super Apps Cilegon Juare belum berjalan secara optimal. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Cilegon, Aflahul Aziz saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Diskominfo Cilegon, Rabu (15/7/2026).

Wakil Ketua Komisi IV Aziz mengatakan, dari paparan yang disampaikan Diskominfo baru ada sekitar 5ribu orang yang mengunduh Aplikasi Super Apps Cilegon Juare. Itu artinya, jumlah tersebut dinilai masih tergolong lebih kecil dari keseluruhan jumlah pegawai yang ada di Lingkup Pemkot Cilegon.

Menurut Aziz, aplikasi tersebut perlu terus disosialisasikan. Karena dalam aplikasi itu terdapat banyak manfaat.

“Tadi (Plt) Pak Kadis (Kepala Diskominfo) (Noviyogi) bilang, apliasi Cilegon Juare baru 5 ribu orang yang men-download. Atirnya di ruang lingkup Pemkot sendiri yang jumlahnya lebih 5ribu saja, belum men-download aplikasi Cilegon Juare. Padahal itu sangat penting sekali karena bagaimanapun mereka bekerja di lingkungan Pemkot,” ujar Aziz usai kunjungan didampingi sejumlah anggota Komisi II.

“Nah bagaimana dengan nasib masyarakat kami, nah ini tugas kita bersama dengan Diskominfo dan Pemda Cilegon terus mesoalisasikkan aplikasi ini. Karena ada aplikasi doklink, pengaduan dan layanan cctv,” sambugnya.

Menurut Aziz, belum berjalannya secara optimal aplikasi tersebut karena terdapat sejumlah kendala. Aziz menyebutkan salah satunya Aplikasi Super Apps Cilegon Juare belum menyediakan sistem untuk pengguna telepon gengam dengan sistem operasi iOS.

“Itu baru dengan pakai android, kan masyarakat kita tidak sepenuhnya pakai android, ada yang iOS. Supaya masyarakat sepenuhnya dapat mendownload aplikasi tersebut, tolong ditingkatkan dan dinaikan levelnya ke iOS agar bisa di download,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Aziz juga menyinggung perlunya peningkatan pengawasan di masyarakat dalam aplikasi tersebut dengan penambahan CCTV. Penambahan CCTV yang diperlukan itu terletak di Jalan Lingkar Selatan (JLS). Karena belakangan banyak aset Pemkot seperti kabel dari Penerangan Jalan Umum (PJU) yang hilang.

“Itu sangat urgent. Saya sedikit cerita, kemarin saya monitoring ke Dishub, terkait pemasangan PJU di JLS. Tetapi mohon maaf PJU dipasang hari ini, dua hari tiga hari kemudian hilang. Yang hilang bukan lampunya tapi kabelnya,” ujarnya.

Sementara, Plt Kepala Diskominfo Cilegon, Noviyogi mengakui, pengimpelmentasian Aplikasi Super Apps Cilegon Juare belum berjalan dengan optimal. Ke depan, kata Noviyogi, seluruh OPD diharapkan dapat mengunduh aplikasi.

“Minimal pengawai harus tahu Cilegon Super Apps, disitu lengkap. Yang namanya apilikasi itu kan terus beruba-ubah perlu pemutahiran. Disitu mungkin kita tantangan kita,” terangnya.

“Ke depan kita lakukan sosialisasi, dengan yang disampaikan Pak Dewan, tadi cukup hangat. Alhamdulillah ada masukan dari Komisi IV, itu sangat membangun kami. menyampaikan hal positif ke kami,” sambugnya.

Terkait sistem operasi yang belum dapat digunakan seluruh merek telepon genggam, Noviyogi mengakui hal itu. Namun upaya untuk memenuhi itu telah dilakukan. Agar aplikasi tersebut dapat digunakan pada pengguna telepon genggam berbasis sistem operasi iOS, pihaknya telah mengajukan kepada penyedia.

“Jadi saya baru tahu, yang namanya di ios tidak sama dengan android. Ketika kita daftar, itu tidak langsung tampil, oleh manajemen mereka disortir dahulu. Ada uji coba, tidak sembarangan untuk menampikan aplikasi disitu. Kalau tidak salah proses itu tiga bulan, dan itu ada percobaannya. Saat ini sudah diproses. Tinggal tunggu hasil uji coba dari ios,” pungkasnya. (Ronald/Red)